Internasional
Zarif kepada Trump: Pelajari Sejarah dan Ambil Pelajaran dari Kegagalan Invasi Saddam

Ahlulbait Indonesia, 19 Juli 2026 – Menteri Luar Negeri Iran periode 2013–2021, Mohammad Javad Zarif, mengecam serangan terbaru Amerika Serikat yang menurutnya menyasar infrastruktur vital dan objek sipil di wilayah selatan Iran. Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram pada Sabtu (18/7/26), Zarif juga menyampaikan pesan langsung kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, agar mempelajari sejarah dan mengambil pelajaran dari kegagalan invasi Saddam Hussein terhadap Iran.
Menurut laporan IRNA, Zarif menyatakan serangan terhadap asrama prajurit, rumah sakit anak, dan infrastruktur penting bukan menunjukkan kekuatan, melainkan mencerminkan kebuntuan strategis pihak yang melakukan serangan. Pernyataan tersebut merupakan klaim Zarif dan belum disertai tanggapan dari pemerintah Amerika Serikat.
Baca juga: Pemimpin Revolusi: “Tanda Tangan Presiden Amerika Tidak Bernilai dan Tidak Dapat Dipercaya”
Menurut Zarif, tekanan militer tidak akan memaksa Iran menyerah. Dia menegaskan masyarakat Iran telah berulang kali menunjukkan kemampuan bertahan menghadapi perang dan tekanan dari luar.
Dia juga menegaskan Iran tidak menginginkan perang, tetapi akan mempertahankan kedaulatan, keutuhan wilayah, dan kepentingan nasionalnya. Zarif mengatakan keamanan kawasan harus dibangun oleh negara-negara di kawasan sendiri agar tidak bergantung pada kekuatan asing.
Dalam pesannya, Zarif menyatakan Iran akan membangun kembali wilayah yang rusak melalui persatuan nasional dan tetap berorientasi pada stabilitas, pembangunan, serta perdamaian.
Pesan Langsung kepada Trump
Pada bagian akhir unggahannya, Zarif menyertakan terjemahan unggahan yang ditujukan kepada Donald Trump.
“Pelajari sejarah dan ambil pelajaran dari kegagalan invasi Saddam ke wilayah selatan Iran.”
Dia juga menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyeret Trump ke dalam situasi yang sulit serta menyatakan tekanan tidak akan memaksa Iran menyerah, melainkan memperkuat daya tahannya.
Zarif menutup pesannya dengan menyarankan Trump mengganti para penasihatnya. []
Baca juga: Analis Israel: Tak Ada yang Mampu Menghantam AS Seefektif Iran Sejak Perang Vietnam







