Berita
Maulid Nabi DPW ABI NTB Pertemukan Ormas, Mazhab, dan Tokoh Lintas Agama

Mataram, 7 September 2026 – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah Ahlulbait Indonesia (DPW ABI) Nusa Tenggara Barat di Mataram menjadi ruang pertemuan bagi berbagai organisasi Islam, kelompok lintas mazhab, dan tokoh dari sejumlah agama.
Baca juga: Peringati Arba’in Imam Husain, DPW ABI NTB Gelar Donor Darah Bersama PMI
Kegiatan bertema “Merajut Ukhuwah Islamiyah dan Cinta Damai” itu berlangsung di Gedung Bir Ali 1, Asrama Haji Mataram, pada Jumat (5/9/2026). Lebih dari 200 peserta menghadiri acara tersebut.
Sejumlah organisasi dan lembaga hadir dalam peringatan itu, antara lain PW NU NTB, PW NWDI NTB, GP Ansor, Lakpesdam NU NTB, Muhammadiyah NTB, Ahmadiyah NTB, dan MUI NTB. Perwakilan Hindu, Konghucu, Kristen, Buddha, dan Katolik di NTB juga turut menghadiri kegiatan tersebut melalui PHDI, MATAKIN, PGIW, Permabudhi, dan Dekenat NTB.

Gubernur Nusa Tenggara Barat yang sebelumnya dijadwalkan hadir berhalangan dan diwakili oleh pejabat dari Biro Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi NTB.
Kehadiran beragam kelompok dalam satu peringatan Maulid mendapat perhatian Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB, Dr. Buya M. Subki Sasaki, M.H. Dalam sambutannya, ia menyebut pertemuan tersebut sebagai langkah yang memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat NTB.
Menurut Buya Sasaki, kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak hanya layak diperingati sebagai peristiwa keagamaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai akhlak dalam kehidupan bersama.
“Pada momen suci ini, siapa pun kita, dari suku maupun latar belakang apa pun, wajib menjunjung tinggi nilai-nilai luhur moral serta bahu-membahu membangun negara dan daerah kita, terutama NTB,” ujarnya.
Melihat suasana yang tercipta dalam pertemuan tersebut, Buya Sasaki menyebutnya sebagai “Maulid Mahabbah”, Maulid yang diwarnai semangat kasih sayang dan kebersamaan.
Baca juga: DPW ABI NTB dan Tuan Guru Kasyful Anwar Perkuat Ukhuwah Melalui Dialog Keislaman

Ia juga mengapresiasi kehadiran berbagai organisasi dan lembaga dalam satu forum. Menurutnya, pertemuan seperti itu menjadi pengalaman baru karena menghadirkan banyak unsur masyarakat NTB dalam sebuah kegiatan yang sama.
“Perbedaan tidak boleh memisahkan kita. Mari saling merangkul dan bergandengan tangan demi kebaikan bersama,” katanya.
Pesan serupa disampaikan Dewan Penasihat ABI NTB, Ustadz Hasyim Umar Al Habsyi. Ia mengingatkan bahwa persatuan tidak berhenti pada hubungan antarumat Islam, tetapi juga menyangkut cara manusia membangun kehidupan bersama di tengah perbedaan.
“Kita wajib saling menghormati, menghargai, serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan yang tulus antarsesama,” ujarnya.
Baca juga: DPW ABI NTB dan Al Muntazhar Bagikan 200 Paket Daging Qurban di Mataram
Sementara Ketua DPW ABI NTB, Sayyid Ahmad Muhajir Al Hinduan, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat dalam menjaga kehidupan NTB yang aman dan damai.
Menurutnya, perbedaan suku, ras, agama, maupun keyakinan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menjauhkan satu kelompok dari kelompok lainnya. Semangat itu, kata dia, sejalan dengan amanat sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia.
Pertemuan di Asrama Haji Mataram tersebut menunjukkan bahwa peringatan Maulid dapat menjadi ruang yang melampaui batas komunitas keagamaan. Di tengah masyarakat yang semakin mudah terbelah oleh perbedaan identitas, lebih dari 200 peserta dari berbagai latar belakang memilih duduk dalam satu ruangan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dan membicarakan kehidupan bersama. []
Baca juga: DPW ABI NTB Peringati Milad Imam Husain di Sumbawa Barat







