Kegiatan ABI
DPW ABI Silaturahmi ke PWNU Kaltim, Bahas Persaudaraan Umat dan Sinergi Kebangsaan

Samarinda, 25 Agustus 2026 — Dewan Pimpinan Wilayah Ahlulbait Indonesia (DPW ABI) Kalimantan Timur bersilaturahmi dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Timur di Kantor Kesekretariatan PWNU Kaltim, Senin (24/8/2026) siang.
Pertemuan yang dimulai pukul 14.00 WITA itu berlangsung akrab. Persoalan umat, dinamika organisasi, dan situasi kebangsaan menjadi bagian dari pembicaraan. Suasana beberapa kali pecah oleh canda dan gelak tawa, membuat pertemuan berjalan cair sejak awal.

Baca juga: DPW ABI Kaltim Perkuat Konsolidasi Organisasi, Fokus pada Kinerja dan Kemandirian Ekonomi
Rombongan dipimpin Ketua DPW ABI Kaltim, Sayyid Thoriq Assegaf, bersama sejumlah pengurus dari berbagai departemen. Mereka diterima Ketua PWNU Kaltim, H. M. Fauzi A. Bahtar, S.H., beserta jajaran pengurus.
Mengawali penyampaiannya, Sayyid Thoriq menyampaikan apresiasi atas kesempatan bersilaturahmi dengan jajaran NU. Ia mengutip pernyataan almarhum KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang menggambarkan “Nahdlatul Ulama (NU) adalah Syiah minus Imamah, dan Syiah adalah NU plus Imamah”
Menurut Sayyid Thoriq, ungkapan tersebut memperlihatkan kedekatan kultur antara NU dan ABI. Kesamaan itu, menurutnya, dapat menjadi pijakan untuk membangun hubungan yang lebih erat di antara kedua organisasi.
Pembicaraan berlanjut pada situasi umat Islam dan perkembangan geopolitik terkini yang dinilai sedang tidak baik-baik saja. Sayyid Thoriq menilai persatuan umat semakin penting di tengah berbagai upaya yang terus mendorong perpecahan.
Tradisi keagamaan di lingkungan NU seperti maulidan turut menjadi contoh yang disampaikan. Menurutnya, tradisi tersebut kerap dituding sesat oleh kelompok takfiri. Kondisi serupa, katanya, juga dirasakan ABI.
NU kemudian dianalogikan sebagai “ayah” bagi umat. Perumpamaan tersebut merujuk pada usia, pengalaman, dan pengaruh NU yang telah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sementara ABI, menurut Ketua DPW itu, baru berusia belasan tahun.

Baca juga: Kembali Pimpin Rapat, Ketua DPW ABI Kaltim Dorong Akselerasi Program Organisasi
Harapan pun disampaikan agar pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai silaturahmi antarpengurus, tetapi berkembang menjadi kerja nyata untuk kepentingan umat dan bangsa.
Pada kesempatan yang sama, Sayyid Thoriq menegaskan kemandirian ABI sebagai organisasi. Penegasan itu disampaikan terkait tuduhan bahwa gerakan ABI dipengaruhi oleh Iran.
“ABI adalah organisasi mandiri yang tidak dipengaruhi secara gerakan oleh Iran, seperti yang beberapa kali dituduhkan,” tegasnya.
Sebagai perbandingan, Sayyid Thoriq menyebut Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman. Menurutnya, organisasi-organisasi tersebut memang memiliki kesamaan ideologi dengan Iran, tetapi masing-masing tetap mandiri dalam menentukan langkah dan keputusan organisasi.
Sementara itu Ketua PWNU Kaltim, KH. H. M. Fauzi A. Bahtar, S.H., menyambut baik kunjungan tersebut. KH. Fauzi menyampaikan terima kasih kepada jajaran ABI sekaligus mengapresiasi inisiatif membangun hubungan dengan NU.
Pihaknya, kata KH. Fauz, terbuka untuk bersama-sama mengambil bagian dalam menyebarkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Sekretaris PWNU Kaltim, KH. Dr. Abubakar Madani, menyampaikan bahwa NU sejak dahulu hadir di tengah bangsa dan akan terus berupaya menjaga peran tersebut. KH. Abubakar juga memaparkan struktur kepengurusan serta berbagai kegiatan yang dijalankan PWNU Kaltim.

Baca juga: Tanpa Kehadiran Fisik, Arahan Ketua Tetap Menjadi Kompas Rapat DPW ABI Kaltim
Menurutnya, hubungan yang terbangun dengan ABI dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk merawat umat.
Pembahasan mengenai persaudaraan Sunni dan Syiah disampaikan Wakil Sekretaris PWNU Kaltim, KH. Asman Azis, M.A. Dalam penyampaiannya, KH. Asman mengutip pesan Ayatulllah Sayyid Ali Khamenei bahwa Sunni dan Syiah adalah saudara.
Upaya membenturkan keduanya, menurut Asman, merupakan upaya memecah belah Islam dan bangsa Indonesia.
KH. Asman juga mengisahkan perjuangan NU dalam menjaga bangsa sejak masa kolonial. Salah satu cerita yang disampaikan berkaitan dengan penggunaan lagu-lagu berbahasa Arab untuk menjaga semangat perjuangan sekaligus mengelabui penjajah agar tidak memahami pesan yang disampaikan. Kisah tersebut mengundang gelak tawa para peserta.
KH. Asman juga mengingatkan tiga bentuk ukhuwah yang dijaga NU, yakni ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariah.
Ukhuwah Islamiyah merupakan persaudaraan sesama umat Islam, termasuk antara ABI dan NU. Ukhuwah wathaniyah merupakan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa Indonesia tanpa memandang agama. Adapun ukhuwah basyariah merupakan persaudaraan sesama manusia sebagai keturunan Nabi Adam a.s,.
KH. Asman turut mengutip perkataan Imam Ali a.s, bahwa mereka yang bukan saudara dalam agama tetap merupakan saudara dalam kemanusiaan.

Baca juga: Pelatihan Pemetaan Ekonomi DPW ABI Kaltim: Menyulam Kepemimpinan, Menenun Pemberdayaan
Menjelang akhir pertemuan, suasana tetap cair. Rombongan ABI menyerahkan buku Manifesto ABI dan sejumlah buku lainnya kepada pihak tuan rumah sebagai cinderamata. Sebuah plakat turut organisasi diserahkan sebagai simbol persaudaraan kedua Ormas Islam itu.
Silaturahmi tersebut mempertemukan dua Ormas Islam dengan sejarah dan pengalaman yang berbeda. Pembicaraan yang berlangsung menunjukkan adanya ruang perjumpaan dalam perhatian terhadap umat, kehidupan kebangsaan, serta hubungan Sunni-Syiah. Dari pertemuan itu, harapan untuk membangun kerja bersama mendapat ruang untuk dikembangkan.
Hadir dari PWNU Kaltim, H. M. Fauzi A. Bahtar, S.H. (Ketua), KH. Dr. Abubakar Madani (Sekretaris), KH. Asman Azis, M.A. (Wakil Sekretaris), KH. Moh. Yusrul Hana (Wakil Ketua Lakpesdam), dan KH. Ellyansyah Kasthan, S.H. (Ketua LPBI).
Dari DPW ABI Kaltim hadir Sayyid Thoriq Assegaf (Ketua), Ahmad Fauzi (Sekretaris), Ridwan Bajuber (Bendahara), Tamrin (Ketua Departemen Organisasi & Litbang), Sugiarto (Wakil Ketua Departemen Organisasi & Litbang), Ridho Al Habsyi (Ketua Departemen Kaderisasi), Muhammad Saleng (Ketua Departemen Humas, Media dan Penerangan), Muhammad Makhtum (Wakil Ketua Departemen Humas, Media dan Penerangan), Adi Rakhmat (Ketua Departemen Pengembangan Ekonomi), Abdi Wahyudi (Wakil Ketua Departemen Pengembangan Ekonomi), dan Muhammad HMP. []
Baca juga: DPW ABI Kaltim Gelar Rakerwil: Ketua Tegaskan Kepengurusan Kini Bukan Lagi Tahap Pemanasan







