Ikuti Kami Di Medsos

Kegiatan ABI

Terima Silaturahmi DPD ABI, Ketua MUI Kota Probolinggo Tekankan Tabayun dan Ukhuwah

Published

on

Ketua MUI Kota Probolinggo menerima silaturahmi DPD ABI dan menekankan pentingnya tabayun, dialog, dan ukhuwah umat. (Foto: ABI)
Ketua MUI Kota Probolinggo menerima silaturahmi DPD ABI dan menekankan pentingnya tabayun, dialog, dan ukhuwah umat. (Foto: ABI)

Probolinggo, 27 Juli 2026 — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo, Prof. Dr. KH. Muhammad Sulthon, M.Ag., mendorong penguatan tabayun dan ukhuwah umat sebagai fondasi menjaga persatuan di tengah keberagaman pandangan keagamaan. Pesan tersebut disampaikan saat menerima silaturahmi jajaran Dewan Pimpinan Daerah Ahlul Bait Indonesia (DPD ABI) Kota Probolinggo di kediamannya, Jalan Supriyadi, Kanigaran, Minggu (26/7).

Baca juga: DPD ABI Kota Probolinggo Jajaki Pendirian Koperasi Bersama DKUP

Rombongan yang dipimpin Ketua DPD ABI, Ahmad Gufron, bersama jajaran pengurus disambut hangat oleh Ketua MUI yang juga menjabat Wakil Rais Syuriah PCNU Kota Probolinggo serta Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Suasana kekeluargaan langsung terasa sejak awal melalui ucapan “Ahlan wa sahlan” sebagai ungkapan persaudaraan.

Dalam dialog yang berlangsung akrab, Prof. Sulthon menegaskan pentingnya merawat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah dengan mengedepankan persamaan di atas perbedaan. Keragaman mazhab, menurutnya, merupakan bagian dari tradisi keilmuan Islam yang tidak semestinya melahirkan permusuhan ataupun perpecahan di tengah umat.

Guru besar UINSA itu menjelaskan bahwa perbedaan pandangan telah hadir sejak masa sahabat Nabi Muhammad SAW. Perbedaan di antara mazhab Syafi’i, Maliki, Hanafi, dan Hanbali tidak pernah menghapus ikatan persaudaraan sesama Muslim. Sebaliknya, keragaman tersebut merupakan kekayaan intelektual yang harus disikapi dengan sikap saling menghormati, bukan saling menyesatkan atau memecah belah umat.

Sebagai landasan, ia mengutip hadis Nabi SAW, “Al-muslimu akhul muslim” (Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya).

Baca juga: Evaluasi Program Jadi Momentum Penguatan Sinergi DPD ABI Kabupaten Probolinggo

Menyinggung keberadaan komunitas Muslim Syiah di Probolinggo, ulama tersebut menilai edukasi, tabayun, dan dialog merupakan pendekatan paling tepat untuk meluruskan kesalahpahaman maupun informasi yang keliru. Karena itu, MUI siap menjadi ruang komunikasi sekaligus memfasilitasi dialog ilmiah apabila diperlukan.

“Ruang dialog harus terus dibuka dengan menjunjung etika musyawarah, saling menghormati, dan kesediaan memahami perbedaan yang berkembang di tengah masyarakat,” tegasnya.

Dialog kemudian meluas pada dinamika dunia Islam. Dalam kesempatan itu, Ketua MUI Kota Probolinggo menyampaikan apresiasi terhadap sikap Iran yang dinilai konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina. Ia juga menegaskan bahwa kecintaan kepada Ahlul Bait bukanlah sesuatu yang asing dalam tradisi Ahlus Sunnah, melainkan telah lama hidup dalam khazanah literatur Islam maupun praktik keagamaan, seperti pembacaan Qasidah dan Diba’.

Menanggapi pandangan tersebut, Ahmad Gufron menyampaikan kesiapan ABI untuk berpartisipasi dalam berbagai program keagamaan dan kemasyarakatan yang diselenggarakan MUI. Komitmen itu disambut positif sebagai langkah memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam membangun kehidupan umat yang harmonis.

Mengakhiri pertemuan, Ketua MUI kembali mengajak ABI untuk terus memperkuat edukasi kepada masyarakat serta mengedepankan tabayun dalam menyikapi berbagai persoalan keagamaan.

Silaturahmi tersebut menegaskan bahwa komunikasi yang terbuka, budaya tabayun, dan dialog yang dilandasi sikap saling menghormati merupakan ikhtiar bersama dalam merawat ukhuwah, menjaga persatuan umat, serta memperkuat harmoni kehidupan beragama. [HMP DPD ABI Kota Probolinggo]

Baca juga: Muslimah ABI Kota Probolinggo Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian