Internasional
Yaman Dukung Irak Hadapi Ancaman Arab Saudi

Ahlulbait Indonesia, 29 Juli 2026 — Kementerian Luar Negeri Yaman menyatakan dukungannya kepada Irak setelah Arab Saudi mengancam akan membalas dugaan serangan pesawat nirawak yang diklaim diluncurkan dari wilayah Irak. Perlawanan Islam Irak membantah tuduhan tersebut dan menilai Riyadh sengaja mengaitkan serangan itu dengan Irak untuk menghindari konfrontasi langsung dengan Yaman.
Menurut Fars News Agency, Rabu (29/7), Sanaa mengecam ancaman Arab Saudi terhadap Irak dan memperingatkan bahwa kebijakan permusuhan Riyadh terhadap negara-negara Arab dan Islam hanya akan merugikan kerajaan tersebut.
Baca juga: Enam Ledakan Guncang Kawasan Energi Arab Saudi
Yaman juga menegaskan bahwa jatuhnya sejumlah pesawat nirawak Saudi di wilayah udaranya membuktikan telah terjadi pelanggaran kedaulatan, sehingga Sanaa berhak mengambil langkah balasan.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengklaim telah mencegat sejumlah pesawat nirawak yang disebut diluncurkan dari Irak dengan sasaran fasilitas minyak Saudi, serta mengancam akan memberikan respons. Namun, Perlawanan Islam Irak membantah keterlibatan dan menyebut tuduhan itu sebagai upaya Riyadh mengalihkan perhatian dari Yaman.
Menanggapi kritik atas sikapnya, Kementerian Luar Negeri Yaman menyatakan bahwa pihak yang mengecam seharusnya membuka wilayah udaranya bagi pesawat Saudi jika menganggap pelanggaran tersebut dapat dibenarkan. Sanaa menegaskan tidak akan mentoleransi pelanggaran terhadap kedaulatannya dan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk mempertahankan wilayahnya.
Dalam pernyataan yang sama, Yaman juga menyampaikan solidaritas kepada negara-negara dan kelompok dalam Poros Perlawanan, seraya menegaskan bahwa prinsip wahdat al-mayadin (kesatuan medan perjuangan) merupakan komitmen yang akan terus dipegang. []







