Internasional
Wall Street Journal: Kecepatan Iran Pulihkan Infrastruktur Strategis Lampaui Perkiraan Intelijen Barat

Ahlulbait Indonesia, 24 Juli 2026 – Kecepatan Iran dalam memulihkan infrastruktur yang rusak akibat serangan Amerika Serikat dan Israel mulai memicu kekhawatiran di kalangan pejabat Israel. Hal tersebut terungkap dalam laporan The Wall Street Journal berjudul “Satellite Images Show Iran Is Rebuilding. Fast.” yang dipublikasikan pada 23 Juli 2026 dan ditulis oleh Benoit Faucon, Dov Lieber, dan Milan Czerny.
Berdasarkan analisis citra satelit serta keterangan sejumlah pejabat Israel dan Barat, laporan tersebut menyimpulkan bahwa Iran mampu membangun kembali berbagai fasilitas strategis dengan kecepatan yang melampaui perkiraan.
Laporan itu menyebut Iran bergerak cepat memulihkan berbagai fasilitas yang menjadi sasaran pemboman selama beberapa bulan terakhir. Infrastruktur yang direkonstruksi mencakup pangkalan rudal bawah tanah, jembatan, pelabuhan, galangan kapal, hingga pusat-pusat produksi yang memiliki nilai strategis.
Baca juga: Iran Pamer Citra Satelit, Bukti Serangan Presisi ke Pangkalan AS Terungkap
Analisis citra satelit dari Planet Labs dan Airbus menunjukkan sejumlah lokasi yang sebelumnya mengalami kerusakan berat kini telah kembali beroperasi atau sedang berada pada tahap akhir rekonstruksi. Di kawasan Kangavar, Provinsi Kermanshah, misalnya, serangan udara sempat merusak dua pintu masuk terowongan dan jalan akses menuju pangkalan rudal Iran. Namun, hanya dalam hitungan pekan, citra terbaru memperlihatkan jalan yang telah diaspal kembali serta pintu masuk terowongan yang telah dibuka melalui proses penggalian.
Dalam kasus lain, seorang pejabat militer Israel mengungkapkan bahwa sebuah jembatan yang dihantam tiga bom Israel berhasil diperbaiki Iran hanya dalam beberapa hari. Menurutnya, kecepatan tersebut mengejutkan militer Israel dan memunculkan keraguan mengenai efektivitas pemilihan target selama operasi militer.
The Wall Street Journal menilai proses pembersihan puing dan rekonstruksi pascaserangan semestinya membutuhkan biaya besar, tenaga yang masif, dan waktu yang panjang. Namun, laju pemulihan yang ditunjukkan Iran di berbagai wilayah dinilai bertolak belakang dengan klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang sebelumnya menyatakan bahwa operasi militer gabungan telah memberikan pukulan yang menghancurkan terhadap kemampuan militer Iran.
Citra satelit Planet Labs pada awal Juli juga memperlihatkan aktivitas rekonstruksi di sebuah galangan kapal di Pelabuhan Anzali, di pesisir Laut Kaspia, yang disebut memiliki keterkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Israel sebelumnya mengklaim telah menyerang puluhan sasaran di kawasan tersebut pada Maret lalu sebagai bagian dari upaya memutus jalur logistik Iran dan Rusia.
Baca juga: NYT: Pentagon Tutupi Tentara AS Terluka, Puluhan Dievakuasi ke Jerman
Mantan Komandan Pertahanan Udara dan Rudal Israel, Ran Kochav, menilai kemampuan Iran memperbaiki fasilitas strategis dalam waktu singkat sejalan dengan kapasitas industri yang telah ditunjukkan negara itu setelah konflik besar sebelumnya.
“Mereka mengisi kembali persediaannya. Mereka memiliki kemampuan industrialisasi dan rekonstruksi yang sangat mengesankan,” ujar Kochav.
Laporan tersebut juga mengungkap bahwa dalam sejumlah serangan terhadap pangkalan rudal yang dibangun di dalam pegunungan, Amerika Serikat dan Israel umumnya hanya berhasil menghancurkan atau menutup akses masuk menuju fasilitas bawah tanah, bukan menghancurkan keseluruhan kompleksnya. Seorang pejabat militer Israel bahkan mengakui bahwa Iran masih memiliki kemampuan teknis untuk membangun kembali hampir seluruh kapasitas militernya, termasuk fasilitas produksi rudal. Senjata yang tersimpan di dalam kompleks bawah tanah juga disebut sebagian besar tetap utuh, sementara Iran terus melakukan penggalian untuk membuka kembali akses ke lokasi tersebut.
Baca juga: Citra Satelit Tunjukkan Kerusakan Fasilitas Strategis AS akibat Serangan Iran
Analisis citra satelit di Dezful, Iran barat daya, memperlihatkan bahwa pangkalan rudal yang sempat diserang Israel dan tertutup longsoran kini kembali dibuka melalui penggalian sejumlah pintu masuk terowongan. Temuan tersebut memperkuat penilaian bahwa kemampuan rekonstruksi Iran berlangsung jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Laporan investigasi The Wall Street Journal menjadi salah satu gambaran paling rinci mengenai pemulihan infrastruktur strategis Iran pascaserangan Amerika Serikat dan Israel. Temuan tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan baru mengenai efektivitas kampanye pengeboman terhadap target-target strategis Iran serta kemampuan Teheran mempertahankan kapasitas industri dan militernya di tengah konflik yang masih berlangsung. []
Baca juga: Trump Tutup Rapat Citra Pangkalan AS yang Remuk di Tengah Klaim Kemenangan







