Internasional
Iran Hancurkan Rudal Jelajah Tomahawk AS di Langit Kahnuj

Ahlulbait Indonesia, 24 Juli 2026 – Sebuah rudal jelajah Tomahawk milik Amerika Serikat berhasil dicegat dan dihancurkan oleh satuan pertahanan udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di wilayah udara Kahnuj, Provinsi Kerman, Iran.
Menurut Fars News Agency pada Jumat (24/7/26), rudal tersebut ditembak jatuh dalam operasi pengawasan rutin wilayah udara Iran sebelum memasuki kawasan permukiman maupun objek-objek strategis.
Komandan IRGC Kabupaten Kahnuj, Kolonel Hassan Sanjari, mengatakan operasi itu merupakan bagian dari kesiapsiagaan berkelanjutan dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Iran.
Baca juga: NYT: Pentagon Tutupi Tentara AS Terluka, Puluhan Dievakuasi ke Jerman
“Setiap bentuk pelanggaran dan penerbangan tanpa izin di wilayah udara Republik Islam Iran akan mendapat respons yang tegas, kuat, dan tanpa kompromi dari Angkatan Bersenjata,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sistem pertahanan udara IRGC tetap berada dalam kondisi siaga penuh untuk menjaga keamanan wilayah tersebut. Sanjari juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Komandan Operasi IRGC Kabupaten Kahnuj serta komandan dan anggota Basij dari kawasan Ashayer Kahnuj atas peran mereka dalam operasi tersebut.
Sementara itu, dalam Pernyataan Nomor 45 Operasi Nasr 2 yang dipublikasikan Sepah News, IRGC menegaskan bahwa Iran memiliki hak yang sah secara hukum, syariat, dan logika untuk menyerang pangkalan militer Amerika Serikat yang digunakan sebagai titik peluncuran serangan terhadap wilayah Iran, termasuk yang berada di Yordania.
IRGC menegaskan bahwa sasaran operasinya adalah fasilitas militer Amerika Serikat, bukan negara maupun rakyat Yordania. Dalam operasi balasan tersebut, pasukan Iran menghancurkan sebuah radar sistem pertahanan rudal THAAD, satu sistem pertahanan udara Patriot, satu radar C-RAM, membakar tangki bahan bakar pangkalan, serta menghancurkan gudang perlengkapan dan hanggar perawatan helikopter.
Baca juga: Eks Ketua Partai Buruh Desak Inggris Hentikan Keterlibatan dalam Serangan AS ke Iran
Menanggapi tuduhan bahwa serangan tersebut melanggar kedaulatan Yordania, IRGC menyatakan pangkalan militer Amerika di negara lain pada praktiknya berada di bawah yurisdiksi penuh Amerika Serikat, bukan otoritas negara tuan rumah.
“Pangkalan itu dijaga oleh polisi militer Amerika, tunduk pada hukum Amerika, dan bahkan pejabat pertahanan negara tuan rumah tidak dapat memasukinya tanpa izin militer Amerika. Karena itu, yang mencederai kedaulatan negara-negara tersebut adalah Amerika Serikat, bukan Iran,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
IRGC juga menyatakan bahwa 168 pelajar gugur syahid pada hari pertama perang akibat serangan militer Amerika Serikat di Minab, dan sebagian operasi tersebut dilakukan melalui pangkalan-pangkalan AS di Yordania.
“Merupakan hak kami secara hukum, syariat, dan logika untuk menyerang pihak yang mengagresi negara kami dan membunuh anak-anak kami, dari mana pun serangan itu dilancarkan,” tegas IRGC.
Pernyataan itu ditutup dengan ucapan terima kasih kepada rakyat Yordania atas pengertian mereka serta penegasan bahwa kemenangan hanya datang dari Allah. []
Baca juga: IRGC Berterima Kasih kepada Rakyat Yordania Usai Hancurkan THAAD, Patriot, dan Radar C-RAM AS







