Internasional
NYT: Pentagon Tutupi Tentara AS Terluka, Puluhan Dievakuasi ke Jerman

Ahlulbait Indonesia, 24 Juli 2026 – Sedikitnya 10 tentara Amerika Serikat yang mengalami luka serius akibat serangan Iran telah dievakuasi ke Landstuhl Regional Medical Center di Jerman, rumah sakit militer terbesar milik AS di luar wilayah negaranya. Informasi tersebut terungkap dalam laporan investigasi The New York Times berjudul “Pentagon Withheld Dozens of U.S. Military Injuries in Iran War”, yang diterbitkan pada 20 Juli 2026 dan ditulis oleh Eric Schmitt serta Alex Kent.
Baca juga: Eks Ketua Partai Buruh Desak Inggris Hentikan Keterlibatan dalam Serangan AS ke Iran
Mengutip sejumlah pejabat militer Amerika Serikat, laporan itu menyebut puluhan prajurit dengan kondisi paling serius dipindahkan ke Jerman untuk menjalani perawatan intensif. Mereka merupakan bagian dari hampir 100 personel militer AS yang terluka dalam rangkaian serangan balasan Iran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di Timur Tengah sejak awal Juli.
Investigasi tersebut juga mengungkap bahwa Pentagon tidak segera menyampaikan kepada publik besarnya jumlah korban luka yang dialami personel militernya. Temuan ini memperlihatkan adanya perbedaan antara informasi yang sebelumnya disampaikan pemerintah Amerika Serikat dan data yang diperoleh The New York Times dari para pejabat militer yang mengetahui perkembangan tersebut.
Sebelumnya, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) menyatakan bahwa mayoritas personel yang terdampak hanya mengalami cedera otak traumatis ringan (mild traumatic brain injury) atau gegar otak ringan, serta mengklaim sebagian besar dari mereka telah kembali bertugas. Namun, evakuasi sejumlah tentara ke Landstuhl Regional Medical Center menunjukkan bahwa sebagian korban memerlukan penanganan medis yang lebih intensif dan serius daripada yang tergambar dalam penjelasan resmi sebelumnya.
Baca juga: Negara Teluk dan Yordania Kutuk Iran, Bungkam soal Serangan AS dan Israel
Pengungkapan ini kembali memicu sorotan tajam terhadap transparansi Pentagon dalam menyampaikan dampak serangan Iran terhadap pasukan Amerika. Di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, laporan The New York Times menjadi salah satu pengungkapan paling rinci mengenai jumlah korban luka di pihak militer AS sekaligus membuka kembali perdebatan mengenai keterbukaan informasi pemerintah dalam isu-isu pertahanan dan keamanan. []
Baca juga: Kompleks Hunian Personel Militer AS di Kuwait Hancur







