Ikuti Kami Di Medsos

Opini

Iran Pamer Citra Satelit, Bukti Serangan Presisi ke Pangkalan AS Terungkap

Published

on

Citra satelit yang dipublikasikan Iran disebut memperlihatkan dampak serangan presisi terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.
Citra satelit yang dipublikasikan Iran disebut memperlihatkan dampak serangan presisi terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan. (Foto: Farsnews Agency)

Ahlulbait Indonesia, 20 Juli 2026 – Iran tidak hanya menghantam sasaran-sasarannya di kawasan dengan rudal dan drone secara presisi, tetapi juga mempublikasikan citra satelit yang disebut memperlihatkan hasil serangan tersebut.

Menurut analisis Kantor Berita Tasnim yang diterbitkan pada Senin (20/7), selama Pertempuran Ramadhan, salah satu sasaran terpenting bagi unit rudal dan drone Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) serta unit drone Angkatan Darat Iran adalah berbagai pangkalan udara, instalasi militer, dan fasilitas pendukung Angkatan Darat Amerika Serikat di sekitar Iran, terutama di Qatar, Bahrain, dan Kuwait.

Dalam pertempuran tersebut, sasaran utama meliputi sistem radar dan pertahanan udara, gudang penyimpanan peralatan, hingga pesawat-pesawat yang diparkir di berbagai pangkalan udara.

Baca juga: Citra Satelit Tunjukkan Kerusakan Fasilitas Strategis AS akibat Serangan Iran

Dalam beberapa hari terakhir, seiring kembali meningkatnya intensitas baku tembak antara kedua belah pihak, angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan terhadap beragam sasaran mulai dari Oman hingga Yordania. Menurut Tasnim, citra satelit yang dipublikasikan menunjukkan peningkatan signifikan dalam akurasi proyektil Iran.

Citra Satelit; Kunci Penting Iran dalam Perang Militer dan Perang Media

Tasnim menilai bahwa berbeda dengan sejumlah konflik sebelumnya, sejak Pertempuran Ramadhan angkatan bersenjata dan media utama Iran telah memperoleh akses terhadap citra satelit berkualitas baik. Dalam banyak kasus, citra tersebut bahkan dipublikasikan lebih cepat dibandingkan pihak-pihak Barat.

Menurut laporan tersebut, hal itu menjadi semakin penting karena sejak pertengahan Pertempuran Ramadhan, pemerintah Amerika Serikat memberikan tekanan kepada perusahaan-perusahaan swasta penyedia citra satelit komersial agar tidak segera mempublikasikan citra kawasan Asia Barat. Akibatnya, penyebaran citra dari pihak-pihak tersebut menghadapi pembatasan yang ketat.

Di sisi lain, angkatan bersenjata dan media Iran memiliki akses terhadap sumber citra satelit yang memadai. Mengenai sumber pastinya, Tasnim menyebut belum dapat dipastikan, namun berdasarkan berbagai laporan dan narasi media, kemungkinan berasal dari kombinasi satelit Khayyam, yang beberapa tahun lalu diluncurkan dari Rusia, dan satelit pencitraan Tiongkok TEE-01B yang disebut telah diakuisisi Iran setelah peluncurannya.

Banyak pakar, menurut Tasnim, meyakini bahwa penyerangan terhadap pesawat tanker KC-135 dan sedikitnya satu pesawat peringatan dini E-3 AWACS milik Angkatan Udara Amerika Serikat di Arab Saudi merupakan hasil dari pembaruan cepat mengenai posisi pasukan Amerika di kawasan yang tersedia bagi pasukan Iran sehingga memungkinkan operasi tersebut dilakukan.

Selain membantu mengidentifikasi sasaran sebelum serangan, citra satelit juga memungkinkan hasil setiap serangan dievaluasi. Jika serangan berhasil, hasilnya dapat dipublikasikan sehingga memberikan keunggulan dalam perang narasi media. Sebaliknya, apabila proyektil meleset, data tersebut dapat digunakan untuk mengubah koordinat sasaran atau melakukan koreksi tembakan dalam istilah militer.

Dalam konteks perang media, Tasnim juga menyoroti pernyataan angkatan bersenjata Yordania, Kuwait, dan Bahrain yang dalam beberapa hari terakhir menyebut seluruh proyektil yang ditembakkan Iran berhasil dicegat dan dihancurkan. Menurut Tasnim, publikasi citra satelit menunjukkan bahwa narasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan karena sejumlah proyektil Iran tetap mengenai sasaran yang dituju.

Baca juga: Citra Satelit Perlihatkan Kerusakan Luas Pangkalan AS akibat Serangan Balasan Iran

Dari Oman hingga Yordania, Meninjau Sasaran yang Terkena Serangan

Berdasarkan citra satelit yang dipublikasikan, sebuah fasilitas pendukung Angkatan Darat Amerika Serikat di kota pelabuhan Duqm, Oman, menjadi sasaran serangan. Kerusakan pada salah satu bangunan di kompleks tersebut terlihat jelas dalam citra satelit.

Di Pangkalan Al Udeid, Qatar, sebuah hanggar milik militer Amerika dilaporkan rusak akibat hantaman drone Iran. Berdasarkan perkiraan yang dikutip Tasnim, serangan tersebut menimbulkan lubang sekitar 25 meter pada dinding hanggar sehingga seluruh peralatan yang berada di dalamnya diperkirakan mengalami kerusakan berat.

Di Bahrain, serangan disebut berlangsung lebih berat. Sebuah hanggar besar di pangkalan Komando Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat menjadi sasaran, demikian pula sebuah hanggar yang berkaitan dengan kapal nirawak Amerika di Pangkalan Juffair.

Di Kuwait, Pangkalan Ali Al-Salem menjadi sasaran serangan. Tasnim menyebut sistem kendali dan navigasi kendaraan udara nirawak di pangkalan tersebut hancur. Selain itu, sejumlah gudang milik perusahaan penyedia layanan bagi militer Amerika di Kuwait juga mengalami kerusakan berat dan sebagian besar dilaporkan hancur akibat serangan rudal serta drone bunuh diri Iran.

Baca juga: Tantang Dominasi Starlink, Iran Bangun Jaringan Satelit Nasional Syahid Soleimani

Sementara itu, dalam serangan terhadap kelompok-kelompok anti-revolusi di Irak utara pada malam 15 Juli 2026, Tasnim menyebut operasi yang dilakukan jauh lebih besar. Menurut laporan tersebut, proyektil Iran tampaknya juga menghantam Konsulat Amerika Serikat di Erbil dan bandara di kawasan itu. Meski citra satelit yang tersedia memiliki kualitas lebih rendah, gambar tersebut disebut mengindikasikan hancurnya sistem pertahanan udara Patriot yang menjadi sasaran serangan.

Salah satu sasaran utama dalam beberapa hari terakhir adalah Pangkalan Pangeran Hassan di Yordania. Citra satelit memperlihatkan satu hantaman pada landasan pacu utama, satu hantaman pada hanggar pemeliharaan dan perawatan helikopter, serta hancurnya sebuah sistem anti-drone.

Tasnim menilai kerusakan pada sistem anti-drone tersebut menarik perhatian karena berada pada titik yang relatif kecil dan hancur akibat hantaman langsung, bukan karena gelombang ledakan besar. Menurut analisis itu, pola kerusakan tersebut mengindikasikan serangan presisi menggunakan drone bunuh diri seri Shahed-136.

Baca juga: Iran Lumpuhkan Otak Digital AS: Infrastruktur AI dan Cloud Militer di Bahrain

Akurasi Meningkat, Serangan Semakin Efektif

Sebagai kesimpulan, Tasnim menyebut banyak pakar menaruh perhatian pada perkembangan terbaru operasi Iran. Dibandingkan periode Pertempuran Ramadhan, jumlah rudal dan drone yang diluncurkan memang lebih sedikit, namun tingkat keberhasilan serangan dinilai tetap tinggi. Media tersebut juga menilai sikap diam pihak lawan terhadap serangan-serangan itu menjadi indikasi lain dari memburuknya posisi mereka dalam situasi yang sedang berlangsung.

Menurut Tasnim, kemampuan menghasilkan serangan yang lebih presisi dengan jumlah peluncuran yang lebih sedikit dalam waktu relatif singkat sejak berakhirnya Pertempuran Ramadhan menunjukkan bahwa peningkatan akurasi, identifikasi sasaran yang lebih tepat, serta pemanfaatan citra satelit telah berperan besar dalam meningkatkan kinerja pasukan rudal dan drone Iran. []