Internasional
Usai Hancurkan Unit Perang Elektronik AS, IRGC Peringatkan Inggris

Ahlulbait Indonesia, 23 Juli 2026 – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan Kerajaan Inggris agar tidak semakin memperluas keterlibatannya dalam agresi terhadap Iran, setelah mengumumkan penghancuran unit khusus perang elektronik Amerika Serikat di Pangkalan Al-Adiri dalam gelombang ke-26 Operasi Nasr 2.
Menurut Komunike Nomor 46 yang diterbitkan Humas IRGC dan dipublikasikan Sepah News pada Kamis (23/7), operasi itu merupakan balasan atas serangan Amerika Serikat terhadap jalur para peziarah Imam Husain (as).
IRGC menyatakan Inggris merupakan salah satu pihak yang paling banyak terlibat dalam agresi terbaru Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Karena itu, London diperingatkan agar tidak semakin memperberat rekam jejak keterlibatannya.
Operasi dengan sandi “Ya Aba Abdillah al-Husain (a.s,)” itu dipersembahkan kepada para peziarah Arbain Imam Husain (a.s,).
Baca juga: IRGC Berterima Kasih kepada Rakyat Yordania Usai Hancurkan THAAD, Patriot, dan Radar C-RAM AS
Unit Perang Elektronik AS Diserang
IRGC menyatakan pasukannya melancarkan serangan gabungan yang menghancurkan unit khusus perang elektronik Amerika Serikat di Pangkalan Al-Adiri. Serangan tersebut juga menyasar barak personel unit itu sehingga sejumlah personel Amerika dilaporkan tewas atau terluka.
Menara pengawas penerbangan di pangkalan tersebut turut menjadi sasaran dan mengalami kerusakan. Menurut IRGC, operasi balasan terhadap Amerika Serikat masih terus berlanjut.
IRGC: AS Berusaha Memanfaatkan Gencatan Senjata
Dalam komunike itu, IRGC menilai Amerika Serikat berupaya memanfaatkan seruan kembali ke meja perundingan untuk memulihkan kekuatan militernya sebelum kembali melancarkan agresi.
“Kami tidak akan membiarkan Amerika memanfaatkan gencatan senjata yang menipu untuk mengisi kembali cadangan minyak dan persenjataannya, lalu kembali melancarkan agresi.”
Baca juga: Ansarullah: Nasib Firaun dan Qarun Menanti Rezim Saudi
IRGC juga menyatakan bahwa setelah persediaan rudal jelajah di kapal-kapal perang Amerika di Samudra Hindia menipis, militer AS mulai menggunakan pesawat pengebom B-1 yang diterbangkan dari Pangkalan Udara Fairford, Inggris.
Mengacu pada pernyataan pejabat Kementerian Luar Negeri Iran, IRGC menegaskan bahwa setiap pangkalan yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap wilayah Iran merupakan sasaran yang sah.
Peringatan kepada Inggris
Dalam bagian penutup komunike, IRGC menegaskan bahwa Inggris memiliki sejarah panjang campur tangan di kawasan, mulai dari pemecahan negara-negara Islam, pembantaian di berbagai wilayah, dukungan terhadap pemerintahan otoriter, hingga keterlibatannya dalam pendudukan Palestina dan pembentukan Israel.
“Kami memperingatkan Kerajaan Inggris agar tidak semakin memperberat catatan tindakannya,” demikian bunyi peringatan dalam komunike tersebut. []
Baca juga: IRGC ke Rakyat Kuwait: AS Langgar Kedaulatan Negara Anda, Bukan Iran







