Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Ansarullah: Nasib Firaun dan Qarun Menanti Rezim Saudi

Published

on

Mohammed Al-Farah menyerukan Saudi mengakhiri blokade dan agresi terhadap Yaman.
Mohammed Al-Farah menyerukan Saudi mengakhiri blokade dan agresi terhadap Yaman.

Ahlulbait Indonesia, 23 Juli 2026 – Anggota senior Biro Politik Ansarullah Yaman, Mohammed Al-Farah, melontarkan peringatan keras kepada Arab Saudi. Menurutnya, jika Riyadh terus mempertahankan blokade dan agresi terhadap Yaman, rezim Saudi akan menghadapi nasib yang sama seperti Firaun dan Qarun. Pernyataan itu disampaikan di tengah operasi Angkatan Bersenjata Yaman terhadap kapal-kapal Saudi dalam kerangka strategi “blokade dibalas blokade.”

Dikutip Fars News pada Kamis (23/7), Al-Farah mengatakan seluruh langkah yang diambil pemerintah di Sanaa saat ini ditujukan untuk membela kepentingan rakyat Yaman.

Baca juga: Yaman: Jika Israel Kembali Melancarkan Perang ke Gaza, Kami Akan Segera Bertindak

Saudi Sejak Lama Berupaya Menundukkan Yaman

Al-Farah menilai hubungan Arab Saudi dengan Yaman sejak era Abdulaziz Al Saud selalu dibangun di atas kebijakan yang sama: melemahkan Yaman, memaksanya tunduk, dan memperluas pengaruh Riyadh atas negara tetangganya itu.

Menurutnya, tanpa perlawanan Ansarullah, kabilah-kabilah Yaman, angkatan bersenjata, dan rakyat Yaman, Saudi sudah lama menguasai negeri tersebut melalui kelompok-kelompok yang mendukungnya.

“Seandainya mereka yang kalian sebut Houthi, bersama kabilah-kabilah Yaman, tentara, dan rakyat merdeka Yaman tidak berdiri melawan, Arab Saudi pasti telah menelan seluruh Yaman,” ujarnya.

Mengajak Seluruh Rakyat Yaman Bersatu

Al-Farah kemudian mengajak seluruh kekuatan politik dan masyarakat Yaman mengesampingkan perbedaan serta bersatu menghadapi apa yang disebutnya sebagai ancaman Saudi.

Ia meyakini kekayaan alam Yaman cukup untuk menyejahterakan seluruh rakyat sehingga negara itu tidak perlu bergantung kepada negara-negara Teluk maupun Barat.

“Mari kita bersatu. Kekayaan Yaman cukup bagi seluruh rakyatnya dan mampu menjadikan negeri ini lebih makmur tanpa harus bergantung kepada pihak asing,” katanya.

Baca juga: Yaman Paksa 6 Kapal Saudi Berbalik dari Bab al-Mandab

“Nasib Firaun Menanti Saudi”

Menanggapi blokade dan operasi militer Saudi yang telah berlangsung selama sebelas tahun, Al-Farah menegaskan bahwa sunnatullah terhadap para penindas tidak pernah berubah.

Pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan pengumuman Angkatan Bersenjata Yaman mengenai larangan pelayaran bagi kapal-kapal Saudi serta operasi terhadap dua kapal tanker Saudi yang disebut melanggar ketentuan tersebut.

Dalam unggahannya di platform X, Al-Farah mengibaratkan Saudi dengan Firaun yang tetap mengejar Nabi Musa meskipun telah menyaksikan mukjizat terbelahnya laut.

“Ketika Allah berkehendak membinasakan seorang zalim, Dia membiarkannya tenggelam dalam kesombongan dan kedurhakaan. Firaun melihat laut terbelah untuk Musa, tetapi tetap mengejar mereka hingga akhirnya tenggelam. Itulah nasib yang kami lihat sedang menanti Saudi hari ini,” tulisnya.

Ia kemudian mengutip Surah Yunus ayat 91, seraya mengingatkan bahwa penyesalan tidak lagi berguna ketika azab telah datang.

Menurut Al-Farah, Arab Saudi sedang menghadapi persoalan yang jauh melampaui kemampuannya.

“Di hadapanmu ada suapan yang terlalu besar untuk dapat kau telan. Apa yang menimpa rezim Saudi hari ini merupakan pertanda awal dari senja kekuasaannya.”

Satu Keputusan untuk Mengakhiri Krisis

Al-Farah menilai Riyadh sebenarnya dapat mengakhiri krisis hanya dengan satu keputusan: mencabut blokade, menghentikan agresi, menarik pasukannya dari Yaman, mengembalikan hak-hak rakyat Yaman, serta memberikan kompensasi atas kerugian yang ditimbulkan selama perang.

Menurutnya, Arab Saudi memiliki cadangan minyak yang besar, wilayah yang luas, garis pantai yang panjang, serta potensi ekonomi yang memungkinkan negara itu membangun kemajuannya sendiri tanpa mencampuri urusan negara lain.

Ia juga mengatakan Riyadh tidak perlu terjerumus dalam konflik Yaman ataupun menggantungkan diri pada kelompok-kelompok yang, menurutnya, telah ditolak oleh masyarakat Yaman di utara maupun selatan.

Baca juga: Yaman Resmi Terapkan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

“Qarun Masa Kini Akan Ditelan Bumi”

Menutup pernyataannya, Al-Farah kembali menegaskan bahwa kezaliman tidak pernah bertahan lama dan para pelakunya pada akhirnya akan menuai kehancuran.

Ia mengutip kisah Qarun dalam Surah Al-Qashash ayat 81, seraya menyatakan bahwa Tuhan yang menenggelamkan Qarun beserta seluruh kekayaannya adalah Tuhan yang sama tempat rakyat Yaman memohon pertolongan.

“Kami memohon kepada Allah agar Qarun masa kini pun ditelan bumi, karena sunnatullah terhadap para penindas tidak akan pernah berubah,” tutupnya. []

Baca juga: Yaman Peringatkan Saudi Soal Risiko Serangan terhadap Infrastruktur Energi