Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

IRGC Berterima Kasih kepada Rakyat Yordania Usai Hancurkan THAAD, Patriot, dan Radar C-RAM AS

Published

on

Tehran memperingatkan ancaman Washington dapat memicu eskalasi konflik dan mengganggu ekspor minyak regional.
Dalam Komunike Nomor 45, IRGC menyebut AS melanggar kedaulatan Yordania.

Ahlulbait Indonesia, 23 Juli 2026 – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah menghancurkan sistem pertahanan rudal THAAD, Patriot, dan radar C-RAM milik Amerika Serikat dalam serangan terhadap sebuah pangkalan militer AS di Yordania. Dalam pernyataan yang ditujukan kepada rakyat Yordania, IRGC menegaskan bahwa operasi tersebut menyasar fasilitas militer Amerika, bukan negara maupun rakyat Yordania.

Pernyataan itu disampaikan melalui Komunike Nomor 45 yang diterbitkan Humas IRGC dan dipublikasikan Sepah News pada Kamis (23/7). IRGC menyebut operasi tersebut sebagai respons atas serangan berulang Amerika Serikat terhadap wilayah Republik Islam Iran.

Baca juga: Alasan Tokoh Nasional Yordania Sambut Seruan IRGC

Menurut pernyataan tersebut, pasukan IRGC melancarkan serangan kilat yang menghancurkan radar sistem pertahanan rudal THAAD, satu baterai Patriot, serta radar C-RAM milik Amerika Serikat. Serangan itu juga membakar tangki penyimpanan bahan bakar, menghancurkan gudang besar perlengkapan helikopter, serta merusak hanggar perawatan dan pemeliharaan helikopter di pangkalan militer AS di Yordania.

IRGC: Kami Menghormati Kedaulatan Yordania

Dalam pesannya kepada rakyat Yordania, IRGC membantah tuduhan bahwa operasi Iran merupakan pelanggaran terhadap kemerdekaan, keutuhan wilayah, maupun kedaulatan negara lain.

“Sebagian pihak mengatakan bahwa Iran melalui serangan-serangannya telah melanggar kemerdekaan, keutuhan wilayah, dan kedaulatan negara-negara lain. Penilaian seperti itu sepenuhnya keliru. Bagi kami, kemerdekaan, keutuhan wilayah, dan kedaulatan negara Anda sepenuhnya dihormati.”

IRGC kemudian berargumen bahwa keberadaan pangkalan militer Amerika di Yordania justru merupakan bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan negara tersebut. Menurut mereka, pangkalan itu beroperasi di luar kendali otoritas Yordania, dengan sistem keamanan, peradilan, dan hukum Amerika Serikat yang berlaku di dalamnya.

IRGC juga menyatakan bahwa bukan hanya personel militer Yordania, tetapi juga Menteri Pertahanan Yordania tidak dapat memasuki pangkalan tersebut tanpa izin dari otoritas militer Amerika.

Atas dasar itu, IRGC menegaskan bahwa pihak yang melanggar keutuhan wilayah dan kedaulatan Yordania adalah Amerika Serikat, bukan Iran.

“Kami menyerang wilayah yang diduduki tentara Amerika. Yang melanggar keutuhan wilayah dan kedaulatan Anda adalah Amerika Serikat, bukan kami.”

Baca juga: Puluhan Tokoh Yordania Desak Pembatalan Perjanjian Militer dengan AS

Operasi Dikaitkan dengan Korban Sipil di Iran

Pada bagian akhir pernyataannya, IRGC mengaitkan operasi tersebut dengan korban sipil di Iran. Mereka menyebut masyarakat Kota Minab sehari sebelumnya baru saja memakamkan sisa-sisa jasad 168 pelajar yang disebut gugur pada hari pertama perang akibat serangan militer Amerika Serikat.

IRGC juga menegaskan bahwa sebagian operasi militer Amerika terhadap Iran dilakukan dari pangkalan-pangkalan AS di Yordania. Karena itu, mereka menyatakan memiliki hak secara hukum, syariat, dan rasional untuk menargetkan pihak yang menyerang wilayah Iran dari mana pun serangan tersebut dilancarkan.

Pernyataan tersebut ditutup dengan ucapan terima kasih kepada rakyat Yordania atas kerja sama mereka. []

Baca juga: Rudal Iran Tembus Jantung Zona Keamanan Israel di Yordania