Internasional
Senator Demokrat Murka: Trump Seret AS ke Perang Iran dengan Kebohongan

Media ABI, 17 Agustus 2026 — Senator Demokrat dari Georgia, Jon Ossoff, menuduh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth berbohong kepada publik untuk menyeret Amerika Serikat ke dalam perang dengan Iran.
Menurut laporan Fars News Agency pada Senin (17/8/2026), Ossoff menyampaikan tudingan tersebut dalam sebuah kampanye di Atlanta. Dia menyoroti janji Trump saat pemilu untuk menurunkan harga dan menciptakan perdamaian sejak hari pertama, tetapi menurut Ossoff, pemerintahannya justru membawa Amerika Serikat ke dalam perang.
Baca juga: USS Abraham Lincoln Jadi Simbol Krisis AS dalam Perang dengan Iran
Mengkritik pernyataan pemerintah Trump yang berubah-ubah mengenai program nuklir Iran, Ossoff mengatakan, “Tahun lalu mereka mengklaim program nuklir Iran telah dihancurkan, dan tahun ini mereka mengatakan program itu merupakan ancaman nuklir yang segera terjadi. Keduanya adalah kebohongan.”
Ossoff juga mempertanyakan berulang kali klaim Trump mengenai keberhasilan perang. Menurutnya, pada hari pertama perang Trump menyatakan operasi berjalan “lebih cepat dari jadwal”, lalu hanya empat hari kemudian berbicara mengenai “kemenangan”. Padahal, perang tersebut kini telah memasuki hari ke-170.
Ossoff kemudian menyoroti pernyataan Hegseth. Dia mengingatkan bahwa pada hari kesembilan perang, Menteri Pertahanan AS itu menjamin Iran akan menyerah. Pada hari ke-14, Hegseth mengklaim militer Iran telah dihancurkan, sementara pada hari ke-40 dia menyatakan seluruh tujuan perang telah tercapai. Menurut Ossoff, empat bulan kemudian klaim-klaim tersebut masih jauh dari kenyataan di medan perang.
Ossoff kemudian melontarkan kritik keras terhadap pemerintahan Trump.
Baca juga: Pidato Ketua Umum ABI: Makna Kemerdekaan dan Jalan Menuju Kedaulatan Sejati
“Tidak ada yang lebih menjijikkan daripada membawa sebuah bangsa ke dalam perang dengan kebohongan, menganggap warga negara sebagai orang bodoh, dan memperlakukan mereka yang mengabdi seperti bidak dalam sebuah permainan,” ujarnya.
Pernyataan Ossoff disampaikan ketika perang Iran telah memasuki bulan keenam dan kenaikan harga bahan bakar di Amerika Serikat menjadi salah satu dampak ekonominya.
Berdasarkan data yang dikutip dalam laporan tersebut, harga rata-rata bensin reguler di Amerika Serikat telah mencapai sekitar 4,07 dolar AS per galon, naik dari sekitar 3,14 dolar AS pada periode yang sama tahun lalu.
Di Georgia, harga bensin mencapai sekitar 3,80 dolar AS per galon, meningkat dari 2,91 dolar AS pada tahun sebelumnya. []
Baca juga: Mantan Panglima AS Kaget Iran Mampu Hancurkan Pangkalan di Kawasan







