Internasional
Lavrov Sebut Eropa “Anak Neraka” dan Ukraina Wilayah Penyangga Rusia

Media ABI, 10 September 2026 – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov kembali melontarkan kritik keras terhadap Eropa dan Ukraina. Dalam pernyataannya pada Rabu, 9 September 2026, Lavrov menyebut Ukraina dapat menjadi wilayah penyangga Rusia dan menilai komitmen politik yang pernah disampaikan Kyiv telah ditinggalkan.
Baca juga: Mengapa Washington Mengecilkan Arti Penting Kendaraan Nirawak yang Disita Iran
Menurut Fars News Agency, Lavrov menyampaikan pandangan tersebut ketika membahas posisi Ukraina dan peran Eropa dalam konflik yang melibatkan Rusia.
Ukraina dan gagasan wilayah penyangga
Menanggapi pembahasan tentang kebutuhan Rusia memiliki wilayah penyangga, Lavrov mengatakan Ukraina sendiri dapat menjadi wilayah tersebut.
“Biar Ukraina sendiri yang menjadi wilayah penyangga itu,” kata Lavrov.
Menurut Lavrov, Ukraina yang sebelumnya dikenal sebagai sebuah entitas sah dalam politik dunia kini sudah tidak ada. Dia menyebut kondisi tersebut sebagai kenyataan.
Lavrov kemudian mengungkit deklarasi kemerdekaan Ukraina pada 1990. Menurut dia, Ukraina ketika itu berkomitmen untuk tidak memiliki senjata nuklir, menjalankan politik netral, dan menjadi negara nonblok. Lavrov menilai ketiga komitmen tersebut kini telah diabaikan.
Eropa “anak neraka”
Dalam pernyataan yang sama, Lavrov berbicara mengenai sejarah Eropa dan hubungannya dengan Rusia. Dia mengatakan Eropa sering dipandang sebagai “anak neraka” dalam sejarah dunia.
Baca juga: Iran Sulap Perang AS-Israel Jadi Laboratorium Teknologi Militer
Lavrov menyebut perang pada masa Napoleon dan Adolf Hitler sebagai contoh ketika kekuatan Eropa bersatu menghadapi Rusia. Menurut dia, situasi serupa dapat kembali muncul melalui sebuah peristiwa yang dijadikan pemicu konflik.
Dia kemudian menyebut pembunuhan Archduke Franz Ferdinand di Sarajevo dan kebakaran Reichstag sebagai contoh peristiwa yang memiliki dampak besar terhadap perkembangan konflik dan politik di Eropa.
Lavrov juga menyinggung apa yang dia sebut sebagai kegemaran sebagian kalangan Eropa terhadap intrik dan petualangan. Menurut dia, secara teori bukan tidak mungkin muncul sebuah peristiwa yang kemudian digunakan untuk membuka jalan menuju konflik baru.
Peringatan Lavrov kepada Eropa
Pernyataan Lavrov menempatkan hubungan Rusia dengan Ukraina dan Eropa dalam satu kerangka persoalan keamanan. Bagi Moskow, status Ukraina tidak dapat dilepaskan dari kepentingan keamanan Rusia, sementara perkembangan politik Eropa dipandang memiliki potensi memicu konfrontasi baru.
Lavrov juga mengingatkan bahwa konflik besar dalam sejarah Eropa pernah dipicu oleh sebuah peristiwa yang kemudian berkembang jauh melampaui kejadian awalnya. Karena itu, menurut pandangan yang disampaikannya, munculnya pemicu baru di tengah ketegangan Rusia dan Eropa perlu diwaspadai. []
Baca juga: IRGC Tangkap Kapal Selam Nirawak Pintar AS di Selat Hormuz







