Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Trump Serang Fox News, Tuduh Kejar Berita Palsu

Published

on

Presiden AS Donald Trump menyerang Fox News dan pembawa acara Shannon Bream melalui unggahan di Truth Social.
Presiden AS Donald Trump menyerang Fox News dan pembawa acara Shannon Bream melalui unggahan di Truth Social.

Media ABI, 17 Agustus 2026 — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyerang media yang selama ini dikenal dekat dengan basis pendukungnya. Kali ini, Trump menuduh Fox News mengejar berita palsu dan mengkritik pembawa acara Shannon Bream karena dinilai terlalu sering menampilkan tamu, grafik, serta hasil jajak pendapat yang merugikan pemerintahannya.

Menurut laporan IRNA pada Minggu, 16 Agustus 2026, Trump menyampaikan kritik tersebut melalui platform Truth Social. Dia mengatakan menonton Fox News bersama Shannon Bream terasa seperti menyaksikan “contoh terburuk berita palsu CNN”.

Baca juga: Senator AS: Kami Masih Belum Tahu Mengapa Berperang dengan Iran

“Saya tidak mengenal Shannon, tetapi dia selalu tampak memilih tamu, grafik, dan jajak pendapat yang negatif dan tidak pernah membicarakan semua hal luar biasa yang telah dilakukan pemerintahan Trump,” tulis Trump.

Trump kemudian memaparkan berbagai hal yang disebutnya sebagai pencapaian pemerintahannya, mulai dari pengendalian perbatasan, kinerja pasar saham dan investasi hingga keberhasilan militer terhadap Venezuela serta apa yang disebutnya sebagai perlucutan senjata nuklir Iran.

Dia juga mengeklaim tingkat kejahatan berada pada titik terendah dalam sejarah pencatatan, angka pembunuhan menjadi yang terendah sejak 1900, dan jumlah penduduk yang bekerja mencapai rekor.

Trump turut menyebut Amerika Serikat kini lebih dihormati di seluruh dunia dibandingkan sebelumnya. Dia juga mengeklaim telah mendorong penurunan harga obat-obatan yang menurutnya akan menghasilkan penghematan besar bagi biaya layanan kesehatan.

Dalam pernyataan yang sama, Trump kembali menyebut telah menjadikan militer AS sebagai yang terkuat dalam sejarah selama masa jabatan pertamanya, termasuk melalui pembentukan Angkatan Antariksa Amerika Serikat.

Trump kritik Shannon Bream

Trump kemudian mengarahkan kritiknya kepada Shannon Bream. Menurutnya, Bream berulang kali mewawancarai tamu yang bermusuhan dan mengundang tokoh yang dinilainya gagal ke program tersebut.

Trump juga menyerang Juan Williams dan Jessica Tarlov, dua tokoh yang pernah tampil di Fox News. Dia melontarkan berbagai penghinaan terhadap keduanya dan mengklaim Tarlov pernah memintanya berfoto ketika Trump mengunjungi kantor pusat Fox News.

Baca juga: IRGC: Operasi Iran Bisa Berubah Menjadi Ofensif

Trump menyebut program Bream “tidak dapat diperbaiki”.

Dia juga mengatakan gerakan Make America Great Again atau MAGA, yang menurutnya mewakili hampir seluruh Partai Republik, memahami persoalan tersebut. Trump memperkirakan rating program Bream akan menurun.

“Chris Wallace buruk, tetapi Shannon bahkan lebih buruk,” kata Trump.

Trump menutup pernyataannya dengan mengatakan kritik tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap dirinya. Dia menyatakan akan kembali ke Ruang Oval untuk melanjutkan pekerjaannya dan mengejar lebih banyak kemenangan serta keberhasilan bagi Amerika Serikat. []

Baca juga: Kapal Tanker UEA Diserang di Selat Hormuz