Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Yaman kepada Al-Saud: Sekalipun Didukung Seluruh Barat, Kalian Tak Akan Aman

Published

on

Ansarullah Yaman menilai jalan menuju perdamaian dengan Al-Saud mencakup pencabutan blokade dan penghentian agresi.
Ansarullah Yaman menilai jalan menuju perdamaian dengan Al-Saud mencakup pencabutan blokade dan penghentian agresi.

Media ABI, 5 November 2026 — Anggota Biro Politik Ansarullah Yaman, Muhammad al-Farah, memperingatkan rezim Al-Saud bahwa dukungan Amerika Serikat dan seluruh negara Eropa tidak akan menjamin keselamatan mereka.

Baca juga: Di Lingkaran Trump, Perang Iran Kembali Jadi Rebutan

Dalam pernyataannya yang dilaporkan Tasnim News Agency pada Kamis (5/11/2026), al-Farah menilai upaya rezim Al-Saud menggalang dukungan internasional untuk mempertahankan kekuasaan yang disebutnya “goyah” justru memperlihatkan kelemahan internal mereka. Ia menegaskan bahwa biaya perdamaian jauh lebih rendah dibandingkan konsekuensi yang harus ditanggung akibat eskalasi ketegangan.

“Upaya menggalang dukungan dunia untuk membela takhta dan kekuasaan kalian yang goyah justru memperlihatkan kelemahan internal kalian. Biaya perdamaian jauh lebih rendah daripada harga yang harus dibayar akibat eskalasi ketegangan,” ujar al-Farah.

Ia mengatakan Yaman siap menghadapi berbagai kemungkinan karena memiliki tujuan dan tuntutan yang dianggapnya sah. Menurutnya, mengabaikan kewajiban mempertahankan kedaulatan negara bukanlah pilihan bagi Yaman.

“Bagi kami, mengabaikan pembelaan terhadap kedaulatan negara sama dengan bunuh diri,” tegasnya.

Baca juga: 

Al-Farah kemudian menyampaikan peringatan langsung kepada Al-Saud bahwa dukungan Amerika Serikat dan seluruh negara Eropa sekalipun tidak akan mampu menjamin keselamatan mereka ataupun mempertahankan apa yang disebutnya sebagai pendudukan di Yaman.

“Sekalipun Amerika Serikat dan seluruh negara Eropa kalian ajak bersama, kalian tidak akan pernah mampu melindungi diri dan tidak akan sanggup mempertahankan pendudukan di Yaman,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa jalan menuju perdamaian dengan Yaman sebenarnya “singkat dan jelas”. Menurut al-Farah, jalan tersebut mencakup pencabutan blokade, penghentian agresi terhadap Yaman, serta perbaikan atas dampak yang ditimbulkannya.

“Jalan menuju perdamaian sepenuhnya singkat dan jelas: mengakhiri blokade, menghentikan agresi terhadap Yaman, dan memperbaiki dampak yang ditimbulkannya,” kata al-Farah. []

Baca juga: Pakar AS: Tekanan Militer Berisiko Mengubah Doktrin Nuklir Iran