Internasional
Trump Mencari Tumbal atas Perang Iran

Media ABI, 5 November 2026 — Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut merasa telah disesatkan terkait perang dengan Iran dan kini berencana mencari pihak yang dapat dijadikan sasaran untuk menanggung dampak politik atas kekalahan Partai Republik dalam pemilu sela.
Menurut laporan CNN pada Rabu malam (4/11/2026) yang dilansir Fars News Agency, para penasihat Trump mengatakan kepada jaringan televisi tersebut bahwa presiden AS itu, berdasarkan sejumlah pernyataan yang disampaikannya secara pribadi, merasa telah disesatkan dalam persoalan perang dengan Republik Islam Iran.
Baca juga: Di Lingkaran Trump, Perang Iran Kembali Jadi Rebutan
Salah seorang penasihat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada CNN bahwa Trump berencana menjadikan sejumlah pejabat pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas perang dengan Iran, menyusul kekalahan Partai Republik dalam pemilu sela.
CNN melaporkan bahwa dalam sejumlah pertemuan tertutup, Trump mengakui perang terhadap Iran telah memberikan dampak serius terhadap peluang Partai Republik untuk meraih kemenangan dalam pemilu sela.
“Sejumlah sekutu Trump memperkirakan bahwa kini, setelah kampanye berakhir dan Partai Republik mengalami kekalahan besar, ia akan mencari seseorang untuk dijadikan pihak yang menanggung kesalahan,” demikian laporan CNN.
Baca juga: 80 Arahan Ayatullah Mojtaba Khamenei untuk Angkatan Bersenjata Iran
Sejumlah pihak disebut menilai Menteri Pertahanan AS Peter Brian Hegseth, salah satu pendukung utama serangan terhadap Iran, sebagai salah satu kandidat yang berpotensi menjadi sasaran.
Sebelumnya, The Wall Street Journal melaporkan bahwa sejumlah sekutu Trump dan pejabat Gedung Putih menyebut perang selama delapan bulan terhadap Iran serta kenaikan harga energi sebagai faktor utama di balik kekalahan Partai Republik dalam pemilu sela.
Laporan CNN tersebut memperlihatkan meningkatnya persoalan politik di lingkaran Trump setelah kekalahan Partai Republik. Di tengah tekanan untuk menjelaskan dampak perang terhadap hasil pemilu, sejumlah pejabat pemerintah disebut berpotensi dijadikan pihak yang menanggung beban politik atas kegagalan tersebut. []
Baca juga: Ayatulah Mojtaba Khamenei: Mengalah kepada AS Justru Membuka Jalan bagi Tuntutan Baru






