Internasional
Filsuf Rusia: Iran Menang, Baal Kalah

Media ABI, 4 November 2026 – Filsuf dan teoritikus Rusia Alexander Dugin menyebut Iran sebagai pemenang dan Baal sebagai pihak yang kalah dalam tanggapannya atas kekalahan Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu Kongres Amerika Serikat (AS).
Baca juga: Analis AS: Perang Bodoh Menggerus Suara!
Kantor Berita Fars melaporkan pada Rabu (4/11/2026), Dugin menyampaikan tanggapannya melalui media sosial X menyusul kemunduran Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu Kongres AS.
Dalam unggahannya, Dugin menulis, “Tepat sekali. Iran telah menang dan Baal telah kalah.”
Baal merupakan salah satu dewa kuno yang disembah oleh bangsa Kanaan dan Fenisia di kawasan Syam. Nama tersebut juga muncul dalam teks-teks keagamaan sebagai sesembahan selain Tuhan. Dalam Al-Qur’an, Surah Ash-Shaffat ayat 125, Nabi Ilyas AS menegur kaumnya karena menyembah Baal.

Filsuf Rusia Alexander Dugin merespons hasil pemilu Kongres AS dengan pernyataan singkat tentang kemenangan Iran.
Ayat tersebut berbunyi, “Patutkah kamu menyeru Baal dan meninggalkan sebaik-baik Pencipta?”
Baca juga:
- PBB Peringatkan Krisis Kemanusiaan di Taiz, Akses Bantuan Terputus
- Senator AS: Washington Kini Menjadi Tempat Kotor
- Iran Siap Hadapi Ancaman Musuh
Pernyataan Dugin muncul di tengah hasil pemilihan paruh waktu Kongres AS yang menunjukkan keunggulan Partai Demokrat di kedua kamar Kongres, sementara Partai Republik mengalami kemunduran.
Berdasarkan data yang dikutip dalam laporan tersebut, Demokrat sejauh ini memperoleh 54 kursi Senat dan 228 kursi DPR. Sementara itu, Partai Republik kehilangan empat jabatan gubernur dibandingkan komposisi sebelumnya.
Di tengah perkembangan tersebut, sejumlah orang dekat Presiden AS Donald Trump menilai perang melawan Iran sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kekalahan elektoral Partai Republik.
Sementara itu, jurnalis AS Alex Ward melaporkan bahwa perbedaan pandangan dan aksi saling menyalahkan terkait dampak perang tersebut mulai mencuat di lingkungan pemerintahan Trump. []
Baca juga: AS dan Arab Saudi Bahas Kerja Sama Militer dan Operasi Yaman







