Internasional
IRGC Hancurkan Empat Kapal Tanker dan Drone MQ-9 ke-56 di Selat Hormuz

Media ABI, 4 November 2026 – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menghancurkan empat kapal tanker minyak yang dituding melanggar ketentuan pelayaran di Selat Hormuz setelah kapal-kapal tersebut terkena ranjau laut. IRGC juga melaporkan penghentian dua kapal lainnya serta penembakan jatuh drone MQ-9 ke-56 di kawasan tersebut.
Baca juga: Filsuf Rusia: Iran Menang, Baal Kalah
Dalam pernyataan nomor 20 yang dirilis Sepahnews pada Rabu (4/11/2026) pagi waktu Teheran, Humas IRGC menyebut operasi tersebut berlangsung bertepatan dengan malam ke-248 dari apa yang mereka sebut sebagai “kebangkitan bersejarah” rakyat Iran.
IRGC menyatakan, pasukan Angkatan Laut dan Pasukan Dirgantara mereka telah melancarkan serangkaian operasi yang memberikan pukulan berat kepada musuh. Dalam pernyataan yang sama, IRGC memuji rakyat Iran yang tetap setia pada janji kepada Tuhan. Mereka juga menyebut kemenangan demi kemenangan sebagai wujud terpenuhinya janji tersebut.
Menurut IRGC, keempat kapal tanker itu berupaya melintasi jalur terlarang di sebelah selatan Selat Hormuz sebelum hancur akibat terkena ranjau laut. Keempatnya dilaporkan masih terbakar. Sementara itu, dua kapal lain yang juga dituding melanggar ketentuan pelayaran telah dihentikan.
Pernyataan tersebut tidak menyebutkan identitas kapal, bendera kebangsaan, maupun tindakan lanjutan terhadap dua kapal yang dihentikan. IRGC juga tidak menjelaskan asal ranjau laut yang menghantam keempat kapal tanker tersebut.
Baca juga:
- Analis AS: Perang Bodoh Menggerus Suara!
- PBB Peringatkan Krisis Kemanusiaan di Taiz, Akses Bantuan Terputus
- Senator AS: Washington Kini Menjadi Tempat Kotor
Dalam operasi terpisah, pasukan pertahanan udara Pasukan Dirgantara IRGC menembak jatuh drone MQ-9 ke-56 di atas Selat Hormuz, menurut keterangan resmi tersebut. Pesawat nirawak itu disebut terkena hantaman sistem pertahanan udara modern pada pukul 04.30 waktu setempat, Rabu dini hari. IRGC menyebut operasi itu sebagai tindakan inovatif.
Di bagian akhir, IRGC menyatakan pasukannya tetap dalam kesiapan tempur untuk melancarkan “pukulan terakhir” terhadap Israel, yang disebut sebagai “rezim Zionis pembunuh anak-anak”, serta agresor Amerika Serikat.
IRGC juga menyatakan dunia akan menyaksikan kekalahan kekuatan imperialis sebesar kekalahan mereka pada 1979. Pernyataan ini merujuk pada 13 Aban dalam kalender Iran, yang bertepatan dengan 4 November, serta peristiwa pendudukan Kedutaan Besar AS di Teheran pada 1979.
Pernyataan tersebut ditutup dengan kalimat, “Kemenangan itu tidak lain datang dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” []
Baca juga: AS Konfirmasi Serangan Militer ke Pulau Qeshm, Iran







