Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Di Lingkaran Trump, Perang Iran Kembali Jadi Rebutan

Published

on

Sejumlah pejabat AS disebut menekan Trump untuk kembali menyerang Iran, sementara pejabat lain mendorong penghentian operasi militer.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi perbedaan pandangan di lingkungan pemerintahannya mengenai kelanjutan operasi militer terhadap Iran.

Media ABI, 5 November 2026 — Sejumlah pejabat di lingkungan pemerintahan Amerika Serikat disebut tengah menekan Presiden Donald Trump agar kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

Dalam laporan yang dikutip Fars News Agency pada Kamis (5/11/2026), The Wall Street Journal menyebut sejumlah pejabat pemerintahan Trump tengah mendorong presiden AS itu untuk melancarkan serangan militer baru terhadap Republik Islam Iran.

Baca juga: 80 Arahan Ayatullah Mojtaba Khamenei untuk Angkatan Bersenjata Iran

Menurut laporan tersebut, para pejabat itu juga mengusulkan agar Trump mengakhiri perang dan mengumumkan perdamaian sebelum Januari, ketika Partai Demokrat mengambil alih kendali Kongres.

Namun, sumber-sumber yang mengetahui pembahasan internal pemerintahan dan tidak disebutkan namanya mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa terdapat pula pejabat yang berpandangan sebaliknya. Mereka menilai Trump seharusnya mengakhiri operasi militer terhadap Iran.

Laporan itu juga menyoroti pernyataan Wakil Presiden AS James David Vance yang secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil pemilu. Vance menyebut perang sebagai salah satu faktor di balik kekalahan telak Partai Republik.

Dalam langkah yang dinilai tidak lazim, Vance secara terbuka mengkritik operasi militer yang masih berlangsung dan tetap mendapat dukungan Trump.

Baca juga: 

Sebelumnya, para penasihat Presiden AS mengatakan kepada CNN bahwa Trump berencana menjadikan sejumlah pejabat pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas perang dengan Iran, menyusul kekalahan Partai Republik dalam pemilu sela.

Laporan tersebut memperlihatkan adanya perbedaan pandangan di lingkungan pemerintahan Trump mengenai kelanjutan operasi militer terhadap Iran. Di satu sisi, sejumlah pejabat mendorong aksi militer baru, sementara di sisi lain terdapat pejabat yang menginginkan operasi tersebut diakhiri. []

Baca juga: Analis AS: Perang Bodoh Menggerus Suara!