Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Serangan Udara Saudi di Taiz Tewaskan Enam Orang, Termasuk Empat Anak

Published

on

Serangan udara Saudi di al-Shamaytin menewaskan enam orang, termasuk empat anak dan seorang perempuan, serta melukai dua lainnya.
Serangan udara Saudi di al-Shamaytin menewaskan enam orang, termasuk empat anak dan seorang perempuan, serta melukai dua lainnya.

Media ABI, 1 November 2026 – Serangan udara Arab Saudi terhadap keluarga Bajash di wilayah al-Shamaytin, Provinsi Taiz, Yaman, pada Jumat menewaskan enam orang, termasuk empat anak dan seorang perempuan, serta melukai dua lainnya, salah satunya anak-anak. Serangan berulang di tengah upaya evakuasi korban dilaporkan turut menghambat operasi penyelamatan.

Juru bicara sektor kesehatan Provinsi Taiz, Rasin al-Haj, menilai eskalasi serangan terhadap warga sipil merupakan dampak kegagalan pasukan pimpinan Arab Saudi mencapai tujuan mereka di medan pertempuran. Ia menegaskan, serangan dan kejahatan yang dilakukan musuh Saudi tidak akan menggoyahkan tekad rakyat Taiz untuk terus melawan serta menggagalkan rencana dan manuver lawan.

Baca juga: Negara Arab Pro-Normalisasi Cermati Masa Depan Politik Israel

Seperti dilaporkan kantor berita IRNA pada Minggu (1/11), mengutip Al-Masirah, al-Haj mengungkapkan bahwa jet-jet tempur Saudi kembali membombardir kawasan tempat tinggal keluarga Bajash ketika tim pertolongan dan pertahanan sipil berupaya mencapai lokasi untuk mengevakuasi korban dari reruntuhan. Dua serangan udara berturut-turut dilaporkan terjadi, sehingga menghambat proses penyelamatan.

Fasilitas Kesehatan Jadi Sasaran

Menurut al-Haj, tim pertolongan dan pertahanan sipil menghadapi berbagai kendala untuk menjangkau para korban. Lokasi pengeboman kembali diserang, sementara upaya menyasar ambulans dan tim medis juga dilaporkan terjadi. Sejumlah ruas jalan diblokir, sedangkan beberapa kawasan permukiman berada jauh dari pusat layanan kesehatan. Kondisi ini semakin mempersulit evakuasi dan penanganan medis bagi para korban luka.

Al-Haj juga menyebut tiga fasilitas kesehatan di sejumlah permukiman menjadi sasaran serangan. Rumah sakit ibu dan anak di kawasan al-Shamaytin turut diserang, meskipun pembangunan dan pengadaan peralatannya telah rampung. Fasilitas tersebut belum diresmikan untuk beroperasi.

Ia mengatakan serangan kini meluas dari rumah-rumah warga ke fasilitas kesehatan dan pusat layanan publik, berlangsung bersamaan dengan blokade ekonomi. Situasi tersebut semakin memperberat penderitaan masyarakat dan membatasi akses mereka terhadap pelayanan kesehatan.

Menurut al-Haj, serangan terhadap rumah penduduk, fasilitas kesehatan, pasar, dan pusat pelayanan publik telah berulang dalam beberapa bulan terakhir. Anak-anak, perempuan, dan warga sipil lainnya turut menjadi korban. Ia menegaskan, serangan-serangan tersebut tidak terbatas pada sasaran militer, tetapi juga menyasar rumah penduduk dan fasilitas yang melayani kebutuhan masyarakat.

Baca juga: 

Ketegangan Militer dan Peringatan bagi Warga Yaman

Di tengah eskalasi tersebut, Gubernur Taiz dalam pemerintahan Perubahan dan Pembangunan Yaman di Sana’a, Ahmad al-Masawi, pada Jumat dini hari menyatakan bahwa sebagian besar wilayah provinsi itu berada di ambang pembebasan sepenuhnya.

Sementara itu, Gubernur Aden, Ali al-Uzaibi, mengecam langkah Arab Saudi yang menurutnya berupaya menjadikan provinsi-provinsi selatan dan timur Yaman sebagai arena konfrontasi militer. Ia menyebut Riyadh bertanggung jawab atas pembangunan pangkalan-pangkalan baru, mobilisasi dan pelatihan pasukan bersenjata, serta pengerahan mereka ke medan perang.

Al-Uzaibi menyerukan warga di provinsi-provinsi selatan dan timur Yaman agar menjauhi lokasi konsentrasi pasukan dan fasilitas militer. Ia juga meminta warga menjauhkan anak-anak mereka dari kamp-kamp militer demi menjaga keselamatan mereka. []

Baca juga: The Guardian: Perang Iran, Kesalahan Trump yang Paling Misterius

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan