Internasional
Perang terhadap Iran Renggut Kendali Senat dari Trump

Media ABI, 4 November 2026 – Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) merebut kendali Senat dari Partai Republik setelah meraih 51 kursi dalam hasil terbaru pemilihan paruh waktu. Demokrat juga memperlebar keunggulannya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan perolehan sementara 198 kursi, berbanding 111 kursi untuk Republik. Hasil ini semakin memperberat posisi politik pemerintahan Presiden Donald Trump di Kongres.
Baca juga: IRGC Hancurkan Empat Kapal Tanker dan Drone MQ-9 ke-56 di Selat Hormuz
Menurut laporan Kantor Berita Fars pada Rabu (4/11/2026), berdasarkan data terbaru yang dipublikasikan, Demokrat telah memperoleh 51 kursi Senat, sedangkan Republik meraih 40 kursi. Dibandingkan dengan komposisi sebelumnya, Demokrat bertambah enam kursi, sementara Republik kehilangan jumlah kursi yang sama.
Di DPR, Demokrat memimpin dengan 198 kursi, mengungguli Republik yang memperoleh 111 kursi. Perolehan sementara tersebut menunjukkan penambahan 19 kursi bagi Demokrat dan kehilangan 19 kursi bagi Republik.
Keunggulan Demokrat juga terlihat dalam persaingan gubernur. Partai ini memimpin dengan 24 jabatan gubernur, sedangkan Republik menguasai 15 jabatan. Demokrat menambah tiga jabatan gubernur dibandingkan dengan komposisi sebelumnya.
Baca juga:
- Araghchi: Iran Siap Perang dan Diplomasi, Pilihan Ada di Tangan AS
- Ancaman Nuklir Iran dalam Kalkulasi Politik Trump
- CIA Sarankan Trump Pertahankan Tekanan Ekonomi terhadap Iran
Perang Iran dan Tekanan Politik terhadap Trump
Perubahan peta kekuatan di Kongres berlangsung di tengah kontroversi atas kebijakan pemerintahan Trump dalam perang terhadap Iran. Dampak ekonomi konflik dan meningkatnya biaya hidup menjadi persoalan yang menyita perhatian publik sekaligus memicu perdebatan politik di Amerika Serikat.
Menguatnya posisi Demokrat di Kongres berpotensi memperluas ruang pengawasan terhadap pemerintahan Trump sekaligus meningkatkan tekanan politik terhadap agenda kepresidenan. Dengan kekuatan legislatif yang lebih besar, Demokrat memiliki peluang lebih luas untuk memengaruhi perdebatan kebijakan dan mempersulit upaya pemerintah memperoleh dukungan bagi program-programnya.
Meski demikian, perubahan komposisi Kongres tidak serta-merta menentukan arah kebijakan pemerintahan. Besarnya pengaruh Demokrat akan bergantung pada konfigurasi kekuatan di masing-masing kamar, mekanisme pengambilan keputusan, serta dinamika politik selanjutnya. []
Baca juga: Menhan Iran Siap Jalankan Arahan Ayatullah Mojtaba Khamenei







