Internasional
Rusia: Senjata Nuklir Bisa Digunakan untuk Membela Sekutu

Ahlulbait Indonesia, 3 Agustus 2026 – Rusia menegaskan bahwa doktrin militer dan strategi keamanan nasionalnya memungkinkan penggunaan senjata nuklir untuk membela negara-negara sekutu apabila mereka menjadi sasaran serangan.
Menurut laporan Mehr News Agency pada Senin (3/8/2026) yang mengutip Russia Today (RT), perwakilan Rusia untuk Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO), Viktor Vasilyev, mengatakan dokumen resmi yang telah disahkan secara tegas mengatur kemungkinan penggunaan senjata nuklir dalam kondisi tertentu, termasuk untuk mempertahankan negara-negara sekutu jika diserang.
Baca juga: IRGC Klaim Serang Pangkalan Udara AS di Kuwait, Dua Hanggar Drone Disebut Hancur
Vasilyev menambahkan, piagam CSTO juga memasukkan meningkatnya jumlah negara yang memiliki kemampuan nuklir militer, serta penyebaran senjata pemusnah massal beserta sistem pengangkutnya, sebagai salah satu tantangan utama terhadap keamanan kolektif.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan terkait isu nuklir di Eropa. Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya mengumumkan bahwa negaranya telah memasuki fase baru strategi penangkalan nuklir dan berjanji menambah jumlah hulu ledak nuklir sebagai bagian dari doktrin pertahanan yang baru. Ia juga membuka kemungkinan keterlibatan negara-negara sekutu Prancis dalam latihan militer bersama yang berkaitan dengan kemampuan penangkalan nuklir.
Sementara itu, Parlemen Finlandia pada Juni lalu menyetujui pencabutan larangan impor, produksi, penyimpanan, dan penggunaan senjata nuklir di negara tersebut. Keputusan itu menandai perubahan kebijakan pertahanan Finlandia di tengah meningkatnya dinamika keamanan di kawasan Eropa. []
Baca juga: Financial Times: Bukan Lagi Washington, Teheran Kini Menentukan Tempo Perang







