Internasional
Israel Khawatir Melihat Saudi Kewalahan Hadapi Yaman

Media ABI, 18 September 2026 – Kondisi Arab Saudi dalam menghadapi serangan pasukan Yaman dan Ansarullah mulai menjadi perhatian serius di Israel. Channel 12 Israel melaporkan meningkatnya kekhawatiran di kalangan militer dan politik negara tersebut terhadap kemampuan Riyadh menghadapi perkembangan di Yaman.
Fars News Agency melaporkan pada Jumat, 18 September 2026, bahwa Riyadh menghadapi situasi sulit dalam merespons perkembangan konflik. Perubahan situasi di lapangan juga membuat lembaga keamanan Israel semakin mencermati kondisi Saudi dan kemampuannya menghadapi ancaman dari Yaman.
Baca juga: Pakar Iran International Sebar Hoax, Klaim Yaman Serang Makkah
“Di Israel terdapat kekhawatiran yang sangat besar mengenai kelemahan yang ditunjukkan Arab Saudi dalam pertempuran melawan Houthi,” demikian laporan Channel 12.
Kekhawatiran tersebut bahkan telah mendorong pembahasan mengenai kemungkinan bantuan untuk Riyadh. Surat kabar Globes melaporkan bahwa Israel sedang mengkaji bentuk bantuan yang dapat diberikan kepada Arab Saudi.
Dalam laporan lain, Channel 12 mengungkap adanya upaya Riyadh memperoleh bantuan intelijen dan keamanan dari Israel setelah kecewa terhadap dukungan Amerika Serikat serta belum mendapatkan dukungan yang diharapkan dari Pakistan dan Turki. Kontak antara Riyadh dan Tel Aviv disebut telah berlangsung, termasuk pertukaran informasi mengenai posisi dan pergerakan pasukan pemerintah Sanaa.
Bagi Israel, persoalan tersebut tidak berhenti pada kemampuan Saudi menghadapi serangan. Fars News Agency menempatkan Bab el-Mandeb sebagai salah satu alasan utama yang membuat perkembangan di Yaman mendapat perhatian besar. Selat yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden tersebut merupakan salah satu jalur pelayaran strategis dunia.
Channel 14 Israel menggambarkan penguasaan Bab el-Mandeb oleh pasukan Yaman dan Ansarullah sebagai pencapaian strategis besar di tingkat regional. Saluran tersebut menyebut keberhasilan Ansarullah dengan dukungan Iran sebagai perkembangan penting yang membawa konsekuensi strategis.
Dalam laporannya, Channel 14 menyebut Houthi telah menyelesaikan penguasaan Pulau Mayyun di tengah Bab el-Mandeb dan mencapai kota pesisir Dhabab. Menurut saluran tersebut, posisi itu menempatkan Iran dan sekutunya dalam posisi memberikan tekanan terhadap dua selat strategis.
Baca juga: Rudal dan Drone Iran Tantang Sistem Pertahanan AS
Bab el-Mandeb juga telah lama menjadi bagian dari kepentingan strategis Israel. Fars News Agency menyebut Israel selama bertahun-tahun berupaya memperkuat kehadiran militernya di sekitar kawasan tersebut. Salah satu langkah yang disoroti adalah rencana membangun pangkalan militer di Pelabuhan Berbera, Somaliland, yang menghadap Bab el-Mandeb.
Rencana tersebut dikaitkan dengan pengakuan Israel terhadap Somaliland. Posisi Pelabuhan Berbera yang berhadapan dengan Bab el-Mandeb membuat kawasan itu memiliki arti penting dalam perhitungan strategis Israel.
Perkembangan di Yaman dengan demikian tidak hanya berpengaruh terhadap hubungan Riyadh dan pasukan Yaman. Posisi Bab el-Mandeb turut menjadikan perubahan keseimbangan kekuatan di kawasan tersebut sebagai perhatian bagi Israel dan negara-negara lain yang memiliki kepentingan terhadap jalur pelayaran Laut Merah. []
Baca juga: Iran Perluas Peran Perempuan di Industri Pertahanan







