Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

IRGC Klaim Serang Pangkalan Udara AS di Kuwait, Dua Hanggar Drone Disebut Hancur

Published

on

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap Pangkalan Udara Ali al-Salem milik Amerika Serikat di Kuwait. Dalam serangan tersebut, Iran menyebut dua hanggar penyimpanan drone dan satu tangki bahan bakar militer berhasil dihancurkan.

Klaim itu disampaikan IRGC melalui pernyataan resmi yang dikutip The Cradle. Menurut IRGC, serangan tersebut merupakan bagian dari Operasi Nasr 2, yang dilancarkan sebagai respons terhadap tindakan militer Amerika Serikat di kawasan.

“Sebagai bagian dari Operasi Nasr 2, kami menargetkan Pangkalan Udara Ali al-Salem di Kuwait. Serangan itu membakar dan menghancurkan dua hanggar drone serta satu tangki penyimpanan bahan bakar yang digunakan pesawat dan helikopter militer,” demikian pernyataan IRGC, sebagaimana dikutip The Cradle, Kamis, 30 Juli 2026.

IRGC menyatakan serangan tersebut merupakan bagian dari operasi yang mereka sebut sebagai upaya untuk menghukum agresor di tengah meningkatnya konfrontasi antara Iran dan Amerika Serikat.

Dalam pernyataan yang sama, IRGC juga menegaskan bahwa operasi militer terhadap kepentingan Amerika Serikat di kawasan akan terus berlanjut.

“Serangan akan terus berlanjut hingga pasukan Amerika Serikat diusir dari kawasan,” demikian pernyataan IRGC yang dikutip The Cradle.

Pangkalan Udara Ali al-Salem merupakan salah satu fasilitas militer utama Amerika Serikat di Kuwait yang digunakan untuk mendukung operasi udara, pengintaian, dan logistik militer di kawasan Teluk serta Timur Tengah.

Hingga kini, pemerintah Amerika Serikat maupun otoritas Kuwait belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait klaim Iran tersebut. Belum ada informasi independen yang dapat memverifikasi kerusakan yang diklaim IRGC di pangkalan udara tersebut.

Continue Reading