Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Trump Sesumbar Serangan AS Tutup Peluang Iran Dapatkan Senjata Nuklir

Published

on

Donald Trump menghadapi tekanan terkait Selat Hormuz ketika media berbahasa Ibrani menilai Iran semakin yakin Washington akan mundur.
Presiden AS Donald Trump saat menyampaikan klaim bahwa serangan Amerika Serikat telah menghilangkan peluang Iran memperoleh senjata nuklir.

Media ABI, 9 September 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim serangan militer negaranya telah menutup peluang Iran untuk memperoleh senjata nuklir. Iran sendiri berulang kali menyatakan tidak memiliki rencana untuk memproduksi senjata tersebut.

Kantor Berita Farsnews melaporkan pada Rabu, 9 September 2026, Trump mengatakan Iran sebelumnya ingin memperoleh senjata nuklir dan sudah sangat dekat dengan tujuan tersebut. Menurut Trump, serangan Amerika Serikat kemudian membuat Iran kehilangan kesempatan untuk mendapatkannya.

Baca juga: IRGC Tangkap Kapal Selam Nirawak Pintar AS di Selat Hormuz

Iran merupakan negara pihak dalam Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir atau NPT. Fasilitas nuklir Iran juga berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional atau IAEA.

Amerika Serikat dan Israel, menurut laporan Farsnews, telah beberapa kali menyerang fasilitas nuklir Iran yang berada di bawah pengawasan IAEA. Farsnews juga menyoroti posisi Amerika Serikat sebagai satu-satunya negara yang pernah menggunakan senjata nuklir dalam perang.

Teheran berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya dikembangkan untuk tujuan damai. Farsnews menyatakan IAEA hingga kini belum melaporkan adanya pengalihan program nuklir Iran untuk kepentingan militer.

Dalam pernyataan yang sama, Trump mengatakan tidak ada pihak yang memperkirakan situasi di Iran akan berkembang dengan “sesukses” itu. Trump tidak menjelaskan secara spesifik apa yang dimaksud dengan keberhasilan tersebut.

Baca juga: Media Israel Laporkan Dubai di Ambang Kebangkrutan

Farsnews mengaitkan pernyataan Trump dengan perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Kantor berita tersebut menyebut perang itu dimulai dengan tujuan menggulingkan pemerintahan Iran dan memecah wilayah negara tersebut.

Namun, menurut Farsnews, tidak lama setelah perang dimulai, Amerika Serikat dan Israel menghadapi ancaman penutupan Selat Hormuz bagi negara-negara yang dianggap bermusuhan.

Bagi Iran, persoalannya bukan hilangnya kesempatan untuk membuat senjata nuklir akibat serangan Amerika Serikat. Teheran sejak awal menyatakan tidak mengejar senjata tersebut. Sikap itu juga berlandaskan pandangan keagamaan Ayatullah Ali Khamenei yang menyatakan bahwa produksi dan penggunaan senjata nuklir dilarang dalam Islam.

Karena itu, klaim bahwa serangan Amerika Serikat telah menutup jalan Iran menuju senjata nuklir berhadapan dengan posisi Teheran sendiri yang sejak awal menyatakan bahwa senjata tersebut bukan tujuan program nuklir Iran. []

Baca juga: Hegseth Ancam Hancurkan Tanker Iran