Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

AS Resmi Keluar dari Dewan HAM PBB Sehari setelah Laporan Serangan di Iran

Published

on

Amerika Serikat resmi mengakhiri keanggotaan dan partisipasinya di Dewan HAM PBB setelah misi pencari fakta PBB menerbitkan laporan mengenai serangan AS di Iran.
Amerika Serikat resmi mengakhiri keanggotaan dan partisipasinya di Dewan HAM PBB setelah misi pencari fakta PBB menerbitkan laporan mengenai serangan AS di Iran.

Media ABI, 18 September 2026 – Amerika Serikat resmi mengakhiri keanggotaan dan partisipasinya di Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa. Keputusan Washington diumumkan sehari setelah misi pencari fakta independen PBB menyatakan terdapat alasan yang masuk akal untuk meyakini bahwa pasukan Amerika bertanggung jawab atas dua serangan di Iran yang dapat merupakan kejahatan perang, demikian dilaporkan Fars News Agency, Jumat, 18 September.

Baca juga: Saudi Minta Oman Bantu Hentikan Perang di Yaman

Departemen Luar Negeri AS menuding Dewan HAM PBB mendorong apa yang disebutnya sebagai “retorika anti-Amerika” dan terlalu lunak terhadap sejumlah pemerintahan yang dituduh melakukan penindasan terhadap rakyatnya.

Sehari sebelumnya, Misi Pencari Fakta Internasional Independen PBB untuk Iran menyatakan terdapat “alasan yang masuk akal” untuk meyakini pasukan AS bertanggung jawab atas serangan terhadap Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Minab dan sebuah fasilitas olahraga di Lamerd. Reuters melaporkan misi tersebut menyebut kedua serangan itu dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. Para penyelidik juga menyatakan sekolah di Minab merupakan bangunan sipil yang dapat dikenali dengan jelas dan tidak menemukan bukti bahwa fasilitas tersebut digunakan untuk kepentingan militer saat serangan berlangsung.

Keluarnya AS berlangsung ketika Dewan HAM PBB menggelar sidang reguler ke-63 di Jenewa yang berlangsung sejak 7 September hingga 7 Oktober 2026. Washington sebelumnya telah menyatakan tidak akan mencalonkan diri kembali untuk keanggotaan Dewan HAM dan memerintahkan peninjauan terhadap keterlibatannya dalam sejumlah lembaga PBB.

Baca juga: Saudi Disebut Hancurkan Lebih dari 1.200 Masjid di Yaman Selama Perang

Pada saat yang sama, pemerintah AS kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui jalur ekonomi. Departemen Keuangan AS pada 17 September menjatuhkan sanksi terhadap BitBank, platform aset digital Iran yang dituduh Washington memfasilitasi transfer Bitcoin senilai ratusan juta dolar kepada Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC serta membantu penghindaran sanksi Amerika.

Washington juga menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan pengembang BitBank dan sejumlah individu yang disebut terlibat dalam jaringan tersebut. Tuduhan tersebut merupakan posisi resmi pemerintah AS.

Misi pencari fakta PBB dalam laporan yang sama juga menyoroti tindakan pemerintah Iran terhadap demonstrasi di dalam negeri dan mencatat dugaan pelanggaran HAM serius. Temuan mengenai AS dan Iran akan dibahas dalam sidang Dewan HAM PBB di Jenewa. []

Baca juga: Rudal dan Drone Iran Tantang Sistem Pertahanan AS