Internasional
Pakar Iran International Sebar Hoax, Klaim Yaman Serang Makkah

Media ABI, 18 September 2026 – Pakar Iran International, Nejat Bahrami, mengaitkan kelompok Houthi Yaman dengan serangan terhadap Makkah melalui sebuah unggahan di media sosial.
Seperti dilaporkan Fars News Agency pada Kamis, 17 September 2026, Bahrami menulis bahwa setelah Abrahah dan Hajjaj bin Yusuf, Houthi juga menyerang Makkah. Dalam unggahan yang sama, Bahrami menyebut Abrahah sebagai penguasa Yaman.
Baca juga: Iran International dan Jejak Proyek Keamanan di Balik Jaringan Media
Pernyataan tersebut mendapat sorotan Fars News karena membawa isu Makkah ke dalam pemberitaan mengenai konflik Yaman. Sorotan itu muncul ketika operasi militer Yaman dan posisi Arab Saudi kembali menjadi bagian dari perdebatan mengenai perkembangan konflik di kawasan.
Isu mengenai ancaman terhadap Makkah dan Madinah juga muncul dalam pernyataan sejumlah pihak yang berseberangan dengan Ansarullah. Arab Saudi sebelumnya menyatakan bahwa Ansarullah berupaya menargetkan tempat-tempat suci umat Islam. Sumber militer resmi Yaman membantah pernyataan tersebut dan menyebutnya sebagai informasi palsu yang bertujuan membentuk citra negatif terhadap Yaman.
Fars News kemudian menyoroti kemiripan narasi tersebut dengan pernyataan sejumlah kalangan yang dekat dengan Arab Saudi. Menurut media tersebut, penggunaan isu Makkah muncul bersamaan dengan meningkatnya perhatian terhadap perkembangan di medan konflik Yaman.
Fars News juga menyoroti posisi masyarakat Yaman sebagai masyarakat Muslim dengan keterikatan keagamaan yang kuat. Dalam pandangan media tersebut, membawa isu tempat-tempat suci ke dalam konflik Yaman perlu dibaca dalam kaitannya dengan persaingan narasi yang berlangsung melalui media dan media sosial.
Baca juga: Iran International dan £650 Juta: Satu Media, Banyak Mikrofon
Pernyataan Bahrami pun ditempatkan Fars News dalam rangkaian pemberitaan yang berupaya membentuk persepsi publik mengenai Yaman dan Ansarullah. Media tersebut mengaitkannya dengan perkembangan konflik dan posisi pasukan Yaman dalam beberapa waktu terakhir.
Penggunaan isu Makkah dan Madinah dalam pemberitaan mengenai Yaman memperlihatkan bagaimana simbol-simbol keagamaan turut masuk ke dalam pertarungan narasi selama konflik berlangsung. Pernyataan Bahrami menjadi bagian dari perdebatan tersebut, sementara masing-masing pihak membawa pembacaan berbeda mengenai perkembangan perang di Yaman. []
Baca juga: BBC Bongkar Batas Kekuatan Washington dalam Perang Iran







