Internasional
Sekjen Hizbullah: Lebanon Memasuki Fase Kegagalan Proyek Israel Raya

Ahlulbait Indonesia, 24 Juni 2026 — Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Syeikh Naim Qassim, menegaskan bahwa Lebanon telah memasuki fase yang ia sebut sebagai “kegagalan proyek Israel”. Menurutnya, berbagai upaya Israel selama beberapa tahun terakhir untuk menghapus Hizbullah dan Poros Perlawanan secara militer, politik, sosial, dan budaya tidak berhasil mencapai tujuannya.
Dalam pidatonya pada peringatan Asyura, Selasa malam (23/6), Syeikh Naim Qassim mengatakan bahwa proyek besar yang bertujuan mengakhiri keberadaan Hizbullah dan kelompok-kelompok pendukung perlawanan merupakan bagian dari agenda yang ia sebut sebagai proyek “Israel Raya”.
Baca juga: Puluhan Ribu Warga Cile Dukung Pencabutan Keanggotaan Israel di PBB
Ia menegaskan bahwa keberhasilan menggagalkan proyek tersebut tidak terlepas dari pengorbanan para syuhada, korban luka, keluarga syuhada, para tahanan, dan para pejuang perlawanan, termasuk Syahid Sayyid Hassan Nasrallah.
Menurut Syeikh Qassim, satu-satunya jaminan bagi pembebasan wilayah Lebanon adalah perlawanan terhadap pendudukan melalui sinergi rakyat, tentara, dan perlawanan. Ia juga menegaskan bahwa Israel tidak akan mampu mencapai tujuannya melalui medan perang.
Terkait situasi di Lebanon selatan, Syeikh Naim Qassim menekankan bahwa Israel harus menarik pasukannya dari wilayah Lebanon sesuai jadwal yang jelas.
“Israel tidak boleh tetap berada di wilayah Lebanon dengan alasan apa pun,” tegasnya.
Baca juga: Parlemen Yaman Umumkan Fase Baru Perlawanan
Ia menambahkan bahwa seluruh pelanggaran darat, laut, dan udara harus dihentikan, para tahanan harus dipulangkan, warga harus dapat kembali ke desa-desa mereka, dan proses rekonstruksi harus segera dilaksanakan.
Sekjen Hizbullah juga menyampaikan apresiasi kepada Republik Islam Iran atas dukungannya terhadap Poros Perlawanan. Menurutnya, Hizbullah memasuki pertempuran dengan bersandar pada dukungan Iran dan karena itu pihaknya menyampaikan penghargaan atas dukungan tersebut.
Di akhir pidatonya, ia menegaskan bahwa Hizbullah akan terus bekerja sama dengan Tentara Lebanon dalam kerangka keamanan nasional, namun menolak segala bentuk campur tangan Israel dalam urusan internal Lebanon. []
Baca juga: Lieberman: Kesepakatan Iran-AS sebagai “Bencana Politik Terbesar” bagi Tel Aviv







