Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Parlemen Yaman Umumkan Fase Baru Perlawanan

Published

on

Abdul Malik al-Houthi menyerukan penguatan ketahanan nasional dan partisipasi masyarakat Yaman.
Sidang Parlemen Yaman di Sanaa yang menegaskan transisi menuju fase inisiatif menyeluruh serta penguatan ketahanan nasional di tengah perkembangan geopolitik kawasan. (Foto: SABA News Agency)

Ahlulbait Indonesia, 24 Juni 2026 — Parlemen Yaman mengumumkan bahwa negara itu akan memasuki fase “inisiatif menyeluruh” setelah bertahun-tahun menjalankan strategi pertahanan menghadapi tekanan militer dan ekonomi. Kebijakan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi perkembangan keamanan regional.

Menurut laporan Farsnews Agency pada Selasa (23/6), parlemen Yaman menyatakan bahwa pemimpin Ansarullah, Abdul Malik al-Houthi, telah mengarahkan transisi dari fase “ketahanan defensif” menuju fase “inisiatif menyeluruh” dalam berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, sosial, dan keamanan.

Dalam pernyataannya, parlemen menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan memperkuat kondisi domestik Yaman melalui partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam menghadapi tantangan ekonomi dan dampak blokade yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

Baca juga: Iran dan Oman Bentuk Komite Bersama untuk Tata Kelola Selat Hormuz

Lembaga legislatif itu juga menekankan pentingnya menjaga sumber daya nasional, memperkuat produksi dalam negeri, serta mengurangi ketergantungan terhadap faktor-faktor eksternal yang dinilai memengaruhi stabilitas ekonomi negara.

Selain agenda internal, parlemen Yaman kembali menegaskan dukungannya terhadap rakyat Palestina dan kelompok-kelompok perlawanan di kawasan. Yaman menyatakan tetap berpegang pada strategi yang dikenal sebagai “kesatuan front”, yakni koordinasi politik dan dukungan bersama di antara kelompok-kelompok yang memiliki posisi sejalan dalam menghadapi berbagai perkembangan regional.

Parlemen juga menyerukan penguatan persatuan nasional dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan tantangan keamanan pada masa mendatang. Seluruh komponen masyarakat diminta berperan aktif dalam memperkuat ketahanan nasional dan menjaga stabilitas negara.

Dalam pernyataan yang sama, warga Yaman didorong untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapan melalui program-program pelatihan yang diselenggarakan dalam kerangka mobilisasi nasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi berbagai kemungkinan perkembangan keamanan dan pertahanan di kawasan.

Baca juga: Lieberman: Kesepakatan Iran-AS sebagai “Bencana Politik Terbesar” bagi Tel Aviv

Pengumuman ini menunjukkan bahwa pemerintah di Sanaa tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga berupaya memperkuat fondasi ekonomi dan sosial sebagai bagian dari strategi jangka panjang menghadapi dinamika regional yang terus berkembang.

Di tengah meningkatnya ketegangan dan perubahan geopolitik di Timur Tengah, transisi menuju fase inisiatif menyeluruh menandai upaya Yaman untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam menentukan arah kebijakan domestik maupun posisinya dalam dinamika kawasan. []

Baca juga: Iran dan Oman Bahas Tata Kelola Baru Selat Hormuz Pasca Perang