Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Iran Putus Jalur Pasokan USS Abraham Lincoln dari Bahrain

Published

on

USS Abraham Lincoln beroperasi di laut. Kerusakan pusat logistik AS di Bahrain disebut memaksa kapal induk tersebut menerima pasokan dari Diego Garcia yang berjarak sekitar 3.540 kilometer.
USS Abraham Lincoln beroperasi di laut. Kerusakan pusat logistik AS di Bahrain disebut memaksa kapal induk tersebut menerima pasokan dari Diego Garcia yang berjarak sekitar 3.540 kilometer.

Media ABI, 19 Agustus 2026 – Serangan Iran terhadap pusat logistik utama Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain disebut memutus jalur pasokan USS Abraham Lincoln. Kapal induk Amerika tersebut kini harus menerima dukungan logistik dari Diego Garcia yang berjarak sekitar 3.540 kilometer dari kawasan operasi.

Dalam laporan yang dilansir Tasnim News Agency pada Rabu (19/8/2026), media Amerika Serikat MS NOW atau jaringan yang sebelumnya dikenal sebagai MSNBC mengungkap bahwa kerusakan fasilitas logistik di Bahrain menjadi sumber persoalan pasokan bagi USS Abraham Lincoln.

Baca juga: IRGC Ungkap Detail Penargetan Kapal Abraham Lincoln

Menurut MS NOW, pusat logistik utama Angkatan Laut AS di Bahrain dihancurkan Iran pada awal perang. Kerusakan tersebut membuat kapal induk itu harus mengambil pasokan dari Diego Garcia, sehingga kebutuhan kapal dan awaknya kini bergantung pada jalur logistik yang jauh lebih panjang.

Perubahan tersebut menjadi persoalan serius bagi kapal yang telah menjalani penugasan panjang di laut. Pasokan yang sebelumnya dapat diperoleh dari fasilitas yang lebih dekat kini harus menempuh perjalanan ribuan kilometer menuju kawasan operasi.

Abraham Lincoln Terlalu Lama di Laut

MS NOW juga menolak pernyataan sejumlah pejabat senior Amerika Serikat yang berupaya mengecilkan dampak kerusakan fasilitas di Bahrain. Media tersebut menuding Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth melakukan “penutupan informasi” dengan tidak membuka kepada publik seluruh skala kerusakan yang terjadi.

Baca juga: Krisis di USS Abraham Lincoln, AS Kirim Kapal Induk Pengganti ke Timur Tengah

USS Abraham Lincoln dilaporkan telah berada di laut selama lebih dari 250 hari. Dalam kondisi tersebut, kapal menghadapi persoalan dalam memenuhi sejumlah kebutuhan dasar bagi kapal dan awaknya.

Laporan mengenai kondisi kapal menyebut adanya pembatasan jatah makanan, kerusakan sistem perpipaan serta tekanan psikologis yang dirasakan awak selama penugasan panjang.

Persoalan tersebut tidak berdiri sendiri. Kerusakan pangkalan pendukung di Bahrain membuat kapal harus mempertahankan operasi dari laut lebih lama, sementara dukungan logistik harus didatangkan dari lokasi yang jauh.

Baca juga: Menu Makanan USS Abraham Lincoln Disebut Terburuk oleh Pelaut

Sebelumnya, The Wall Street Journal memperkirakan pembangunan kembali fasilitas militer Amerika Serikat yang rusak di Bahrain membutuhkan sekitar 400 juta dolar AS.

Kerusakan pusat logistik di Bahrain dengan demikian tidak hanya menyangkut fasilitas yang hancur di darat. Menurut laporan MS NOW, dampaknya menjalar ke laut dan menambah tekanan terhadap rantai pasokan USS Abraham Lincoln yang telah beroperasi selama berbulan-bulan. []

Baca juga: USS Lincoln Terkatung-katung 208 Hari di Laut