Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Iran dan Oman Bentuk Komite Bersama untuk Tata Kelola Selat Hormuz

Published

on

Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad al-Busaidi di Muscat untuk membahas pengaturan baru Selat Hormuz dan keamanan pelayaran internasional.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf dan para pejabat Oman saat pertemuan di Muscat yang menghasilkan kesepakatan pembentukan mekanisme bersama pengelolaan Selat Hormuz dan penguatan keamanan pelayaran internasional. (Foto: Mehr News)

Ahlulbait Indonesia, 24 Juni 2026 — Iran dan Oman sepakat membentuk komite bersama untuk membahas tata kelola pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur energi dan perdagangan paling strategis di dunia. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara untuk memperkuat keamanan pelayaran internasional sekaligus menegaskan hak kedaulatan mereka atas perairan yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab itu.

Menurut laporan Mehr News pada Selasa malam (23/6/2026), kesepakatan tersebut diumumkan dalam pernyataan bersama yang diterbitkan setelah kunjungan Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi ke Muscat.

Baca juga: Lieberman: Kesepakatan Iran-AS sebagai “Bencana Politik Terbesar” bagi Tel Aviv

Dalam kunjungan tersebut, delegasi Iran bertemu dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq dan Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Albusaidi. Pertemuan membahas perkembangan regional, keamanan maritim, serta implementasi Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad yang ditandatangani Iran dan Amerika Serikat.

Oman kembali menyatakan dukungannya terhadap MoU Islamabad dan menegaskan pentingnya kelanjutan dialog serta koordinasi untuk memastikan implementasi kesepakatan berjalan efektif.

Sebagai dua negara pantai yang menguasai akses ke Selat Hormuz, Iran dan Oman menegaskan kembali komitmen mereka untuk menjamin keselamatan dan kelancaran pelayaran internasional sesuai prinsip-prinsip hukum internasional. Kedua negara juga menekankan bahwa setiap pengaturan terkait Selat Hormuz harus menghormati kedaulatan dan hak-hak berdaulat negara-negara pantai.

Dalam pernyataan bersama tersebut, kedua pihak mengumumkan pembentukan komite bersama di bawah koordinasi kementerian luar negeri masing-masing. Komite itu akan membahas mekanisme pengelolaan pelayaran di Selat Hormuz, layanan maritim yang akan diberikan, serta skema pembiayaan layanan berdasarkan standar internasional.

Iran dan Oman juga sepakat melakukan konsultasi dengan negara-negara pesisir kawasan dan para pemangku kepentingan lainnya untuk membangun kesepahaman yang lebih luas mengenai masa depan pengelolaan jalur pelayaran tersebut.

Baca juga: Iran Konfirmasi Perundingan Teknis dengan AS Resmi Dimulai di Swiss

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur maritim terpenting dunia karena menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia menuju pasar global. Stabilitas dan keamanan jalur ini memiliki dampak langsung terhadap perdagangan energi internasional dan perekonomian dunia.

Dalam pernyataan yang sama, kedua negara kembali menegaskan komitmen untuk menjaga Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran yang aman, terbuka, dan dapat diakses oleh seluruh pengguna internasional. Mereka juga menekankan pentingnya kerja sama berkelanjutan guna meningkatkan keselamatan navigasi, kebebasan pelayaran, dan stabilitas kawasan.

Kesepakatan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap keamanan Selat Hormuz setelah tercapainya kesepakatan Iran-Amerika Serikat dan berkembangnya berbagai inisiatif diplomatik baru di kawasan Teluk. []

Baca juga: Lieberman: Kesepakatan Iran-AS sebagai “Bencana Politik Terbesar” bagi Tel Aviv