Internasional
Lonjakan Harga BBM AS Jadi Tantangan Trump Menjelang Pemilu

Media ABI, 27 Oktober 2026 – Kebijakan Amerika Serikat yang memicu perang terhadap Iran memperburuk krisis harga bahan bakar di negara itu, di tengah persiapan menghadapi pemilu paruh waktu. Lonjakan harga BBM menjadi tantangan politik dan ekonomi bagi Presiden Donald Trump, seiring meningkatnya kekhawatiran masyarakat.
Baca juga: Iran Ancam Sasar Fasilitas Produksi Minyak di Kawasan jika Infrastruktur Diserang
Mengutip Reuters, Kantor Berita Mehr melaporkan pada Selasa (27/10/2026) bahwa data dari asosiasi otomotif di Amerika Serikat menunjukkan masyarakat membayar lebih mahal untuk bensin dan solar pada masa pemerintahan Trump dibandingkan era Joe Biden.
Kenaikan tajam harga bahan bakar menjelang pemilu paruh waktu menjadi persoalan besar bagi Trump. Harga solar, yang menopang berbagai sektor ekonomi, mulai dari pertanian hingga industri berat dan angkutan barang, naik dari sekitar 4 dolar AS per galon pada masa Biden menjadi 4,343 dolar AS per galon pada masa Trump.
Pada 22 September, harga solar di Amerika Serikat bahkan menembus 6 dolar AS per galon, rekor tertinggi menurut laporan tersebut. Kenaikan harga bahan bakar ini dikaitkan dengan perang yang dilancarkan pemerintahan Trump terhadap Iran serta gangguan pelayaran di Selat Hormuz.
Hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan tingkat penerimaan terhadap Trump pada bulan ini merosot ke titik terendah, di tengah kekhawatiran masyarakat atas kenaikan harga bahan bakar. Hanya 23 persen warga Amerika Serikat yang menyatakan mendukung kebijakan ekonomi Trump. []
Baca juga:







