Internasional
Ansarullah Desak Arab Saudi Akhiri Serangan dan Blokade terhadap Yaman

Media ABI, 26 Oktober 2026 – Gerakan Ansarullah Yaman mendesak Arab Saudi menghentikan serangan militer dan blokade serta menghormati kedaulatan Yaman. Dalam pernyataannya, Ansarullah menilai Riyadh menjalankan agenda Amerika Serikat dan negara-negara Barat yang merugikan rakyat Yaman.
Baca juga: Yaman Serang Tujuh Titik Strategis di Arab Saudi
Seperti dilaporkan Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA), Minggu (25/10/2026), anggota Biro Politik Ansarullah Ali al-Dailami menyampaikan kritik tersebut dalam wawancara dengan jaringan televisi Al-Ahed Irak. Menurut Al-Dailami, Arab Saudi tidak hanya memusuhi rakyat Yaman, tetapi juga menjalankan kepentingan Washington dan negara-negara Barat melalui serangan yang turut menyasar keluarga-keluarga Yaman.
Serangan tersebut, menurut Al-Dailami, merupakan kejahatan berskala luas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menggambarkan dampaknya begitu parah hingga keluarga-keluarga kehilangan seluruh anggotanya.
Kritik Al-Dailami juga tertuju kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Organisasi itu dinilainya gagal membela korban dan mengecam pihak yang bertanggung jawab atas serangan. Sebaliknya, PBB justru dianggap membela pelaku kejahatan dan menyalahkan masyarakat yang tertindas serta menjadi korban.
Baca juga: Washington Post: Iran Tidak Akan Tunduk pada Tekanan
Dalam keterangannya, Al-Dailami turut menyebut Arab Saudi telah melakukan ratusan kejahatan terhadap rakyat Yaman dan terus melanjutkan tindakan tersebut setiap hari. Di tengah situasi itu, angkatan bersenjata Yaman, menurutnya, tetap berpegang pada prinsip “blokade dibalas blokade dan bandara dibalas bandara” dalam menghadapi Riyadh. Pasukan Yaman juga disebut memiliki sejumlah target di wilayah pedalaman Arab Saudi.
Ansarullah kembali mendesak pemerintah Saudi tidak mencampuri urusan dalam negeri Yaman, menghentikan serangan, dan mengakhiri blokade. Gerakan tersebut juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap kemerdekaan dan kedaulatan nasional Yaman.
Pernyataan itu muncul di tengah berlanjutnya ketegangan militer antara angkatan bersenjata Yaman dan Arab Saudi.
Serangan terhadap kawasan permukiman dan fasilitas industri di Yaman juga memunculkan kekhawatiran mengenai keselamatan warga sipil, kerusakan infrastruktur, serta dampak ekonomi apabila kegiatan pusat-pusat produksi terhenti atau terganggu. []
Baca juga: Pentagon Bentuk Lembaga Rahasia untuk Menyabotase Teknologi Negara Lain







