Internasional
Jerman Siapkan Pasukan Khusus untuk Perang Melawan Rusia

Media ABI, 27 Oktober 2026 – Jerman merombak program pelatihan dan taktik pasukan khusus Angkatan Daratnya untuk menghadapi kemungkinan konfrontasi militer dengan Rusia, menurut laporan Farsnews Agency pada Selasa (27/10/2026).
Komandan Komando Pasukan Khusus Angkatan Darat Jerman (Kommando Spezialkräfte/KSK), Andreas Kühne, mengatakan satuannya kini dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan konflik militer dengan Rusia. Jika sebelumnya operasi khusus dirancang berlangsung sekitar tiga hari, kini para prajurit dilatih untuk menjalankan tugas dalam jangka waktu lebih panjang di medan operasi.
Baca juga: Iran Ancam Sasar Fasilitas Produksi Minyak di Kawasan jika Infrastruktur Diserang
“Kami secara sangat spesifik mengarahkan persiapan kami untuk menghadapi musuh sekelas Rusia,” ujarnya.
Satuan elite tersebut bermarkas di Barak Zeppelin, dekat Stuttgart, dengan sekitar 1.500 personel. Namun, personel yang bertugas dalam operasi khusus hanya mencakup sekitar sepertiga dari keseluruhan anggota satuan. Proses seleksinya pun sangat ketat, dengan hanya sekitar 15 persen kandidat yang dinyatakan berhasil.
Kanselir Jerman Friedrich Merz telah memperingatkan ancaman serius terhadap negaranya, baik dari kelompok ekstremis di dalam negeri maupun pihak asing, termasuk Rusia. Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul juga mengeklaim Presiden Rusia Vladimir Putin berupaya menghidupkan kembali Uni Soviet. Menurut Wadephul, ambisi tersebut mengancam sejumlah negara yang perlu bersiap menghadapi kemungkinan agresi Rusia.
Baca juga:
- Wall Street Journal Soroti Kemajuan Intelijen dan Operasi Militer Angkatan Bersenjata Yaman
- Jaringan Intelijen Ansarullah Hantui Saudi, Ancaman Menjangkau Riyadh
- Bloomberg Sebut Kemajuan Ansarullah di Yaman Persempit Pilihan Strategis Saudi
Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Moskow mengetahui penyusunan rencana perang NATO terhadap Rusia dan terus mencermati perkembangannya.
Menanggapi tuduhan Barat yang oleh Rusia dipandang sebagai upaya menumbuhkan sentimen anti-Rusia, Lavrov sebelumnya menyatakan, “Kami telah berulang kali mengatakan bahwa kami tidak berniat menyerang Eropa. Namun, jika Eropa, yang setiap hari berbicara tentang persiapan perang melawan Rusia, menyerang kami, perang itu akan sangat berbeda dan berlangsung sangat singkat.” []







