Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Pentagon Siapkan Pangkalan Militer Hadapi Gangguan Rantai Pasok

Published

on

Gedung Pentagon, markas Kementerian Perang Amerika Serikat. Fox News mengklaim Pentagon tengah mempersiapkan pangkalan militernya untuk beroperasi setidaknya selama 90 hari tanpa dukungan eksternal.
Gedung Pentagon, markas Kementerian Perang Amerika Serikat. Fox News mengklaim Pentagon tengah mempersiapkan pangkalan militernya untuk beroperasi setidaknya selama 90 hari tanpa dukungan eksternal.

Media ABI, 26 Oktober 2026 – Pentagon tengah mempersiapkan pangkalan-pangkalan militernya agar mampu beroperasi setidaknya selama 90 hari tanpa dukungan eksternal, termasuk pasokan dari jaringan rantai pasok global. Demikian klaim Fox News mengenai langkah Kementerian Perang Amerika Serikat tersebut.

Baca juga: Bloomberg Sebut Kemajuan Ansarullah di Yaman Persempit Pilihan Strategis Saudi

Mengutip Fox News, Kantor Berita Mehr pada Minggu (25/10/2026) melaporkan bahwa Kementerian Perang AS (Pentagon) sedang menyiapkan pangkalan-pangkalan militer negara itu agar tetap dapat beroperasi setidaknya selama 90 hari tanpa dukungan dari luar pangkalan.

Menurut Fox News, langkah tersebut merupakan bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan pecahnya perang berskala besar. Konflik semacam itu berpotensi melumpuhkan jaringan listrik, mengganggu rantai pasok, serta mengancam infrastruktur vital di wilayah Amerika Serikat.

Berdasarkan dokumen yang ditelaah Fox News Digital, persyaratan baru tersebut merupakan bagian dari rencana militer yang lebih luas bernama FORTRESS (Benteng). Rencana itu bertujuan menjamin keberlanjutan kemampuan tempur pasukan AS, termasuk jika sistem sipil yang menjadi tumpuan mereka mengalami gangguan. []

Baca juga: Politico: Negara-Negara Berupaya Kurangi Ketergantungan pada AS