Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Rusia: NATO Tingkatkan Aktivitas Militer di Kawasan Baltik

Published

on

Aktivitas militer NATO di kawasan Baltik menjadi sorotan Rusia di tengah meningkatnya ketegangan dan risiko konfrontasi di Laut Baltik.
Aktivitas militer NATO di kawasan Baltik menjadi sorotan Rusia di tengah meningkatnya ketegangan dan risiko konfrontasi di Laut Baltik.

Media ABI, 28 Oktober 2026 – Direktur Departemen Eropa Kementerian Luar Negeri Rusia, Vladislav Maslennikov, menyatakan NATO terus meningkatkan aktivitas militernya di kawasan Baltik melalui penyelenggaraan berbagai latihan militer.

Dikutip dari kantor berita RIA Novosti, Rabu dini hari (28/10/2026), Maslennikov mengatakan kepada wartawan bahwa NATO telah lama secara terbuka menyatakan keinginannya untuk menempatkan Laut Baltik sepenuhnya di bawah kendalinya.

Baca juga: Tangki Penyimpanan Minyak di Terminal Ekspor Terbesar Arab Saudi Terbakar

Menurut dia, upaya tersebut berlangsung, antara lain, melalui Operasi Baltic Sentry dan serangkaian latihan militer berkelanjutan yang digelar NATO bersama negara-negara anggotanya.

Maslennikov menambahkan, Uni Eropa juga bergerak sejalan dengan NATO dalam upaya militerisasi kawasan Baltik. Menurutnya, perkembangan ini semakin memperumit situasi di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko memperingatkan potensi pecahnya konflik militer di Laut Baltik. Ia menilai peningkatan aktivitas NATO dan kebijakan anti-Rusia membuat kawasan itu kian berpotensi menjadi titik awal konflik bersenjata.

Baca juga: Dua Pesawat Militer Saudi Jadi Sasaran Serangan Rudal Yaman

Grushko menuduh negara-negara Barat sebagai pihak yang memulai konfrontasi dengan Rusia. Menurutnya, hal tersebut telah memicu peningkatan kehadiran militer yang berbahaya di Baltik.

Ia menegaskan bahwa peringatan mengenai risiko eskalasi di kawasan yang sebelumnya relatif tenang itu bukanlah bentuk pembesar-besaran. Sebaliknya, menurut dia, Baltik dengan cepat berkembang menjadi arena konfrontasi militer.

Grushko juga menyebut latihan militer NATO di Laut Baltik sebagai penyebab utama meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut. []

Baca juga: Iran Ancam Sasar Fasilitas Produksi Minyak di Kawasan jika Infrastruktur Diserang