Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Kesepakatan Makkah Hanya Tinta di Atas Kertas

Published

on

Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menandatangani Kesepakatan Pertahanan Bersama Makkah yang kini dipertanyakan efektivitasnya.
Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menandatangani Kesepakatan Pertahanan Bersama Makkah yang kini dipertanyakan efektivitasnya.

Ahlulbait Indonesia, 11 Agustus 2026 — Wolfgang Pusztai, analis kebijakan keamanan dan pertahanan asal Austria, mempertanyakan efektivitas Kesepakatan Pertahanan Makkah antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Menurutnya, ketiadaan kehadiran militer dan respons praktis terhadap serangan membuat kesepakatan tersebut berisiko hanya menjadi dokumen di atas kertas.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera pada Senin (10/8/2026), Pusztai mengatakan bahwa meskipun terjadi serangan terbaru dari pasukan Yaman terhadap Riyadh, “kita belum melihat kehadiran pasukan Pakistan atau Turki di Arab Saudi”.

Baca juga: Bin Salman Jatuh ke Sumur yang Digalinya di Yaman

Pusztai menegaskan bahwa kesepakatan pertahanan bersama tidak akan efektif jika tidak ada pasukan militer dari ketiga negara yang hadir di lapangan atau jika pasukan Pakistan dan Turki tidak terlibat ketika Arab Saudi diserang.

Arab Saudi, Pakistan, dan Turki menandatangani dokumen yang disebut “Kesepakatan Pertahanan Bersama Makkah” di Makkah pada Jumat, 16 Mordad. Klausul terpenting dalam dokumen tersebut, berdasarkan pernyataan bersama ketiga negara, adalah “prinsip pertahanan kolektif”. Berdasarkan prinsip tersebut, setiap serangan bersenjata terhadap salah satu anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.

Baca juga: Saudi Terpukul, Yaman Ancam Balas Setiap Eskalasi

CNN sebelumnya juga menyinggung secara satiris serangan pasukan bersenjata Yaman terhadap wilayah Arab Saudi. Jaringan tersebut menulis, “Serangan ini terjadi beberapa hari setelah penandatanganan Kesepakatan Makkah, yang seharusnya meningkatkan tingkat daya tangkal dan keamanan Arab Saudi.”

Sejumlah analis hingga kini juga mempertanyakan efektivitas dan daya tangkal kesepakatan pertahanan tersebut. []

Baca juga: Yaman Ancam Saudi dengan Kehancuran Rezim Jika Intervensi Berlanjut