Internasional
Demokrat Siap Bongkar Bisnis dan Konflik Kepentingan Keluarga Trump

Media ABI, 22 Agustus 2026 — Partai Demokrat Amerika Serikat mulai menyiapkan agenda pengawasan yang lebih agresif terhadap Presiden Donald Trump, keluarganya, dan pemerintahannya apabila berhasil merebut kendali Kongres dalam pemilu November mendatang.
Rencana tersebut, sebagaimana dilaporkan Politico dan dikutip Fars News Agency pada Sabtu (22/8), mencakup pemeriksaan terhadap sejumlah persoalan yang selama ini menjadi sorotan, mulai dari bisnis keluarga Trump hingga dugaan pengaruh kepentingan asing dalam pemerintahan.
Demokrat saat ini belum menguasai mayoritas DPR. Namun, sejumlah pimpinan partai disebut telah menyiapkan agenda investigasi yang dapat segera dijalankan apabila hasil pemilu November mengubah komposisi Kongres dan memberikan mereka kendali atas lembaga legislatif tersebut.
Baca juga: Sepuluh Hari Gelap di Indiana, Warga Mulai Merasa Kotanya Ditinggalkan Pemerintah
Dua nama yang disebut berada di garis depan agenda pengawasan itu adalah Robert Garcia dari California dan Jamie Raskin dari Maryland. Garcia diproyeksikan memimpin Komite Pengawasan apabila Demokrat menguasai DPR, sedangkan Raskin disiapkan untuk memimpin Komite Kehakiman.
Garcia mengatakan penyelidikan nantinya tidak hanya diarahkan kepada pejabat pemerintahan, tetapi juga menyentuh Trump, putra-putranya, dan anggota keluarganya yang lain. Sejumlah tokoh di lingkaran pemerintahan Trump juga diperkirakan akan dimintai keterangan.
Di antara nama yang disebut adalah Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles, Wakil Kepala Staf Stephen Miller, Jared Kushner yang merupakan menantu Trump sekaligus utusan khusus, mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, serta mantan Kepala Staf Corey Lewandowski.
Beberapa persoalan bisnis dan kebijakan Trump juga masuk dalam daftar yang ingin diperiksa. Salah satunya adalah keuntungan besar yang disebut diperoleh keluarga Trump dari investasi mata uang kripto. Demokrat juga ingin menelusuri penerimaan sebuah pesawat Boeing 747 dari Qatar yang direncanakan digunakan sebagai Air Force One baru, pemberian kontrak federal kepada kerabat presiden, serta berbagai pengampunan yang diberikan Trump pada awal masa jabatan keduanya.
Baca juga: Ribuan Perusahaan Swasta Dilibatkan untuk Genjot Industri Pertahanan Iran
Bagi Demokrat, persoalannya bukan hanya menyangkut keputusan politik Trump, tetapi juga kemungkinan adanya keuntungan pribadi, konflik kepentingan, dan penggunaan kekuasaan publik untuk kepentingan tertentu.
Raskin, yang sebelumnya terlibat dalam berbagai investigasi terhadap pemerintahan Trump pada periode pertama, mengatakan Komite Kehakiman akan kembali menaruh perhatian pada dugaan pengayaan pribadi Trump dan keluarganya, kemungkinan pengaruh asing yang tidak semestinya terhadap institusi Amerika, serta apa yang disebutnya sebagai tanda-tanda otoritarianisme dalam pemerintahan saat ini.
“Kami akan menangani sistem penyuapan, uang tutup mulut, dan korupsi keuangan, serta cara-cara untuk menarik kembali aset dan memberikan ganti rugi bagi rakyat Amerika. Ini adalah prioritas nomor satu kami,” kata Raskin.
Baca juga: Ancaman Perang Ekonomi Trump terhadap Iran Menyimpan Pesan Lain
Jika Demokrat berhasil menguasai Kongres, agenda tersebut berpotensi membuka kembali sejumlah penyelidikan besar yang pernah dilakukan terhadap Trump pada masa jabatan pertamanya. Pemeriksaan dapat mencakup laporan pajak, kepentingan bisnis dan asing, hingga persoalan yang pernah muncul dalam penyelidikan terkait Ukraina.
Bedanya, kali ini Demokrat akan memasuki arena dengan pengalaman dari penyelidikan sebelumnya dan, menurut Politico, persiapan yang lebih matang.
Namun, semua agenda tersebut masih bergantung pada hasil pemilu November. Selama Demokrat belum menguasai Kongres, rencana investigasi itu masih berada pada tahap persiapan politik. Jika mereka berhasil merebut kendali, Washington berpotensi kembali memasuki periode panjang pemeriksaan terhadap Trump dan lingkaran terdekatnya. []
Baca juga: Politico: Perang Ekonomi Trump Tak Akan Membuat Iran Menyerah







