Internasional
Menteri AS Tarik Ucapannya, Akui 18 Tentara Tewas dalam Perang Melawan Iran

Media ABI, 4 September 2026 – Menteri Perdagangan Amerika Serikat Howard Lutnick mengoreksi pernyataannya setelah sebelumnya menyebut tidak ada warga negara maupun personel militer Amerika Serikat yang tewas dalam perang melawan Iran. Lutnick kemudian mengakui bahwa 18 personel militer AS tewas dalam konflik tersebut.
Kantor Berita Mehr melaporkan pada Jumat (4/9/2026), pernyataan awal Lutnick memicu kritik setelah ia menyatakan tidak ada warga Amerika yang kehilangan nyawa dalam perang melawan Iran. Setelah mendapat sorotan, Lutnick menarik pernyataan itu dan menyampaikan permintaan maaf.
Baca juga: Kedutaan Iran Mengutuk Serangan AS, Sebut Puluhan Warga Sipil Jadi Korban
Ia menjelaskan bahwa ketika menyampaikan pernyataan sebelumnya, yang dimaksud adalah operasi militer Amerika Serikat di Venezuela, bukan perang melawan Iran. Menurut Lutnick, tidak ada personel militer AS yang tewas dalam operasi di Venezuela.
Lutnick mengatakan pernyataan tersebut muncul karena kekeliruan dalam membedakan dua operasi militer. Namun, untuk perang melawan Iran, ia mengakui sebanyak 18 personel militer Amerika Serikat telah tewas.
Pernyataan awal Lutnick sebelumnya juga dibantah oleh Presiden Donald Trump. Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyatakan Menteri Perdagangan AS itu sedang memikirkan Venezuela ketika mengatakan tidak ada korban dalam perang Iran.
Dalam unggahan yang sama, Trump turut mengakui bahwa 18 orang tewas dalam perang melawan Iran. []
Baca juga: Investigasi Reuters: Rudal Amerika Hantam Langsung Pesta Pernikahan di Iran







