Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Pentagon Hentikan Penggunaan “Operation Epic Fury” untuk Perang Iran

Published

on

Pentagon menghentikan penggunaan nama “Operation Epic Fury” untuk merujuk pada operasi militer Amerika Serikat yang masih berlangsung terhadap Iran.
Pentagon menghentikan penggunaan nama “Operation Epic Fury” untuk merujuk pada operasi militer Amerika Serikat yang masih berlangsung terhadap Iran.

Media ABI, 4 September 2026 – Pentagon memerintahkan militer Amerika Serikat berhenti menggunakan nama “Operation Epic Fury” untuk merujuk pada operasi yang sedang berlangsung terhadap Iran.

Instruksi itu tercantum dalam surel Angkatan Udara AS yang dikirim pada Agustus dan diperoleh CBS News. Kantor Berita Fars melaporkan pada Jumat (4/9/2026), perubahan istilah tersebut muncul setelah nama “Operation Epic Fury” sebelumnya dinyatakan telah berakhir oleh Presiden Donald Trump.

Baca juga: The Economist Pelesetkan “Epic Fury” Trump Menjadi “Operation Blind Fury”

Tiga bulan sebelumnya, di tengah perselisihan dengan Kongres mengenai batas waktu 60 hari untuk mengakhiri perang melawan Iran, Trump menyatakan “Operation Epic Fury” berakhir dengan gencatan senjata pada 5 Mei.

Namun, pada 7 Juli Trump secara resmi memberi tahu Kongres bahwa tindakan militer terhadap Iran kembali dilanjutkan. Pemerintah AS menganggap langkah itu memulai periode 60 hari baru berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Perang.

Dalam surel tertanggal 7 Agustus, pejabat senior hubungan masyarakat militer AS diminta tidak lagi menggunakan nama “Operation Epic Fury”. Sebagai gantinya, mereka diperintahkan menggunakan istilah “overseas operations in the U.S. Central Command area of responsibility” ketika merujuk pada operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran.

Sejak tindakan militer itu kembali dilanjutkan, baku tembak antara Iran dan Amerika Serikat terus berlangsung. []

Baca juga: Wakil Menteri Perang AS Korban Pertama Perang Ekonomi Trump