Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Israel Klaim Hancurkan Empat Gudang Senjata Hamas di Gaza Tengah

Published

on

Pasukan Israel melancarkan serangan udara di Gaza tengah yang diklaim menghancurkan empat gudang senjata Hamas, di tengah berlanjutnya operasi militer dan meningkatnya korban sipil di Jalur Gaza.
Pasukan Israel melancarkan serangan udara di Gaza tengah yang diklaim menghancurkan empat gudang senjata Hamas, di tengah berlanjutnya operasi militer dan meningkatnya korban sipil di Jalur Gaza.

Ahlulbait Indonesia, 17 Juli 2026 – Di tengah berlanjutnya operasi militer Israel di Jalur Gaza meski gencatan senjata masih berlaku, Israel Defense Forces (IDF) mengklaim telah menghancurkan empat gudang senjata Hamas dalam serangan udara di Gaza tengah pada Kamis (16/7).

Klaim tersebut dipublikasikan The Times of Israel pada 17 Juli 2026, sementara Reuters dan Associated Press (AP) sehari sebelumnya melaporkan bahwa serangan Israel terus menelan korban jiwa di kalangan warga Palestina dan memperdalam krisis kemanusiaan di wilayah tersebut. Operasi yang terus berlangsung itu terjadi ketika Israel masih menghadapi proses hukum di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait gugatan genosida yang diajukan Afrika Selatan.

Baca juga: Trump Ultimatum Teheran untuk Kembali ke Meja Perundingan

Mengutip pernyataan resmi IDF, The Times of Israel melaporkan empat gudang yang menjadi sasaran digunakan untuk menyimpan senapan serbu, peluncur granat berpeluncur roket (RPG), granat tangan, bahan peledak, serta perlengkapan tempur lain yang diklaim akan digunakan dalam serangan terhadap pasukan Israel di Jalur Gaza. Militer Israel menyebut penghancuran gudang tersebut sebagai bagian dari upaya menghilangkan ancaman terhadap personel yang masih menjalankan operasi darat.

Di sisi lain, gambaran situasi di lapangan yang disampaikan media internasional menunjukkan eskalasi konflik belum mereda. Dalam laporannya pada 16 Juli 2026, Reuters mengutip otoritas kesehatan Palestina yang menyatakan sedikitnya lima warga Palestina tewas dalam serangan yang menghantam Gaza utara, Kota Gaza, dan Khan Younis.

IDF menyebut gudang senjata Hamas menjadi target operasi, sementara media internasional melaporkan memburuknya krisis kemanusiaan di Gaza.

IDF menyebut gudang senjata Hamas menjadi target operasi, sementara media internasional melaporkan memburuknya krisis kemanusiaan di Gaza.

Serangan udara juga dilaporkan merusak sejumlah bangunan permukiman di Kamp Pengungsi Nuseirat. Reuters menambahkan Israel tetap mempertahankan operasi militernya dengan alasan menghadapi kelompok-kelompok bersenjata, sementara otoritas Palestina menyebut sebagian besar korban sejak gencatan senjata berasal dari kalangan sipil.

Laporan Associated Press yang juga diterbitkan 16 Juli 2026 memperlihatkan pola serupa. Kantor berita tersebut melaporkan sedikitnya belasan warga Palestina, termasuk anggota kepolisian dan warga sipil, tewas dalam dua hari terakhir. Israel menyatakan sebagian aparat kepolisian yang menjadi sasaran merupakan anggota Hamas.

Baca juga: The Telegraph: Ansarullah Bersiap Tutup Selat Bab al-Mandab

Sebaliknya, Hamas menegaskan mereka menjalankan fungsi sipil. Perserikatan Bangsa-Bangsa sebelumnya turut menyampaikan keprihatinan atas serangan berulang terhadap institusi kepolisian di Gaza serta mengingatkan pentingnya membedakan aparat sipil dan kombatan sesuai hukum humaniter internasional.

Dengan demikian, klaim Israel mengenai penghancuran empat gudang senjata Hamas muncul di tengah operasi militer yang terus berlangsung meski gencatan senjata masih berlaku secara formal. Sementara Tel Aviv menyatakan setiap serangan ditujukan kepada sasaran militer, laporan Reuters dan Associated Press menunjukkan korban sipil terus berjatuhan dan krisis kemanusiaan di Gaza semakin memburuk.

Kontras antara klaim operasi presisi dan besarnya dampak kemanusiaan itulah yang terus menjadi sorotan masyarakat internasional, bersamaan dengan masih bergulirnya perkara genosida terhadap Israel di Mahkamah Internasional. []

Baca juga: Ledakan Guncang Erbil, Pangkalan Militer dan Konsulat AS Dilaporkan Jadi Sasaran Drone