Internasional
Bukti Baru Ungkap Peran UEA dan Kuwait dalam Serangan terhadap Iran

Ahlulbait Indonesia, 17 Juli 2026 – Sejumlah bukti visual yang baru dipublikasikan media Iran membuka dimensi baru mengenai keterlibatan sejumlah negara kawasan dalam serangan terhadap Iran. Berdasarkan laporan Fars News Agency pada Jumat (17/7/26), temuan tersebut mengindikasikan adanya peran operasional Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait dalam mendukung maupun memfasilitasi sebagian operasi militer terhadap Republik Islam Iran.
Laporan itu diawali dengan beredarnya rekaman video serangan pesawat nirawak di Bandar Abbas. Dalam tayangan tersebut terlihat sebuah drone melintas di atas kawasan sasaran sebelum ditembaki personel yang berada di lokasi menggunakan senjata ringan. Berdasarkan hasil identifikasi yang dikutip Farsnews, wahana tersebut merupakan drone keluarga Yabhon buatan Uni Emirat Arab. Media Iran itu menilai identifikasi tersebut memperkuat dugaan bahwa Abu Dhabi terlibat secara operasional dalam serangan terhadap Iran, bertolak belakang dengan posisi netral yang selama ini disampaikan secara resmi.
Baca juga: Trump Ultimatum Teheran untuk Kembali ke Meja Perundingan
Menurut Fars, temuan tersebut bukanlah bukti pertama yang mengaitkan Uni Emirat Arab dengan operasi militer terhadap Iran. Pada fase sebelumnya dalam perang 40 hari, sedikitnya dua drone tempur Wing Loong dilaporkan berhasil dijatuhkan. Media itu juga melaporkan bahwa serangan terhadap Kilang Minyak Lavan melibatkan pesawat tempur Mirage 2000 milik Angkatan Udara Uni Emirat Arab. Rangkaian peristiwa tersebut disebut semakin memperjelas keterlibatan Abu Dhabi dalam operasi militer terhadap Iran.
Fars juga mengungkap peran baru mengenai penggunaan pesawat tempur F-16 Uni Emirat Arab dalam serangan ke wilayah pedalaman Iran. Menurut laporan tersebut, pesawat-pesawat itu dioperasikan dengan konfigurasi yang menyerupai F-16 milik Amerika Serikat sebagai upaya menyamarkan identitas selama operasi berlangsung.
Sorotan tidak hanya diarahkan kepada Uni Emirat Arab. Berdasarkan informasi dan dokumentasi yang dipublikasikan, Kuwait juga disebut memberikan akses wilayahnya kepada militer Amerika Serikat sehingga digunakan sebagai titik awal berbagai operasi terhadap Iran. Dalam laporan tersebut, Kuwait bahkan disebut menjadi salah satu lokasi peluncuran rudal Amerika Serikat yang diarahkan ke wilayah Iran.
Fars menilai keseluruhan temuan itu menunjukkan bahwa sebagian negara kawasan tidak hanya memberikan dukungan politik, tetapi juga terlibat dalam aspek operasional selama serangan terhadap Iran. Media tersebut menyebut bukti-bukti yang terus bermunculan memperlihatkan dimensi regional yang lebih luas dalam konflik tersebut. []
Baca juga: The Telegraph: Ansarullah Bersiap Tutup Selat Bab al-Mandab







