Internasional
Menteri Pertahanan Israel: Kami Tidak Akan Tinggalkan Lebanon, Suriah, dan Gaza

Ahlulbait Indonesia, 16 Juli 2026 – Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa militer Israel akan tetap mempertahankan kehadirannya di wilayah yang disebut sebagai “zona keamanan” di Lebanon, Suriah, dan Jalur Gaza.
Menurut laporan IRNA yang mengutip sumber-sumber Israel, Kamis (16/7), penegasan itu disampaikan Katz dalam percakapan telepon dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth.
Dalam pembicaraan tersebut, Katz menyatakan bahwa keberadaan pasukan Israel diperlukan untuk melindungi “perbatasan Israel” dan permukiman di kawasan perbatasan. Ia juga memaparkan perkembangan operasi militer Israel di Suriah, Gaza, dan Lebanon.
Baca juga: Ayatullah Isa Qassim: Syiah Bahrain Hadapi Ancaman Eksistensial
Pernyataan itu muncul beberapa hari setelah Axios melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menarik pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon. Mengutip seorang pejabat Amerika Serikat, media tersebut menyebut Trump menilai kehadiran militer Israel di Suriah justru memperburuk ketegangan. “Mereka tidak menginginkan Anda berada di sana. Anda harus mempertimbangkan kembali penempatan pasukan,” kata Trump kepada Netanyahu, menurut laporan tersebut.
Sejak runtuhnya pemerintahan sebelumnya di Suriah, militer Israel memasuki zona penyangga di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berulang kali melancarkan serangan dengan dalih membentuk zona demiliterisasi di wilayah selatan Suriah.
Di Lebanon, pasukan Israel masih bertahan di kawasan yang mereka sebut sebagai “zona keamanan” hingga sekitar 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon. Sementara itu, perundingan yang dimediasi Amerika Serikat mengenai penarikan bertahap pasukan Israel masih berlangsung dan disebut akan diawali dari dua wilayah uji coba.
Di Jalur Gaza, militer Israel dilaporkan menguasai sekitar 60 persen wilayah serta mempertahankan kehadirannya di seluruh kawasan perbatasan, termasuk di sepanjang perbatasan Gaza-Mesir.
Baca juga: Yahya Rahim Safavi: Poros Perlawanan Akan Menyeret AS dan Israel ke Pusaran Konflik
Sumber-sumber Israel juga menyebut Hegseth memberikan penjelasan kepada Katz mengenai langkah-langkah militer Amerika Serikat terkait Iran. Kedua pihak dikabarkan sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai kemungkinan perkembangan di kawasan.
Pernyataan Katz menunjukkan bahwa pemerintah Israel belum menunjukkan tanda-tanda akan menarik pasukannya dari tiga front utama; Lebanon, Suriah, dan Gaza meskipun muncul tekanan dari Washington agar kehadiran militer tersebut dievaluasi. Sikap ini mengindikasikan bahwa isu penempatan pasukan tetap menjadi salah satu titik perbedaan dalam hubungan strategis antara Amerika Serikat dan Israel. []
Baca juga: Serangan Iran Hancurkan Infrastruktur Pendukung Pangkalan Militer AS







