Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Gelombang Kedelapan Operasi Nasr-2, IRGC Serang Pangkalan AS di Kuwait dan Yordania

Published

on

IRGC dan Angkatan Bersenjata Iran melancarkan operasi gabungan rudal dan drone terhadap fasilitas militer Amerika Serikat.
IRGC dan Angkatan Bersenjata Iran melancarkan operasi gabungan rudal dan drone terhadap fasilitas militer Amerika Serikat.

Ahlulbait Indonesia, 16 Juli 2026 — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mengumumkan dua operasi militer yang menyasar fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Yordania. Menurut Teheran, kedua operasi tersebut merupakan respons atas serangan Amerika Serikat terhadap sejumlah wilayah di Iran.

Dalam Pernyataan Resmi Nomor 15 yang dirilis Humas IRGC dan dikutip Tasnim News Agency pada Kamis (16/7), disebutkan bahwa gelombang kedelapan Operasi Nasr-2 dengan sandi “Ya Zainab al-Kubra (a.s.)” dilaksanakan melalui operasi gabungan Angkatan Laut dan Angkatan Dirgantara IRGC menggunakan rudal dan drone.

Baca juga: AS Serang Bandara Semnan, Pertahanan Udara Iran Aktif di Sejumlah Wilayah

Menurut pernyataan tersebut, sasaran operasi meliputi radar peringatan dini sistem C-RAM di Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait, serta lokasi berkumpul personel militer Amerika Serikat. Kedua sasaran tersebut diserang secara bersamaan sebagai bagian dari gelombang kedelapan operasi.

IRGC menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan respons atas serangan yang dilancarkan musuh pada malam sebelumnya terhadap sejumlah wilayah pesisir dan kota-kota di selatan Iran.

Dalam pernyataannya, IRGC juga menegaskan bahwa serangan terhadap Iran dilakukan oleh Amerika Serikat dengan memanfaatkan wilayah Kuwait sebagai basis operasi militer. Karena itu, IRGC menyerukan kepada rakyat Kuwait untuk membebaskan negara mereka dari keberadaan pasukan asing serta menjaga kehormatan, kedaulatan, dan martabat historis bangsa.

Baca juga: Anwar Ibrahim: Malaysia Akan Segera Deportasi Warga Israel

Sementara itu, Fars News Agency melaporkan bahwa Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, dalam tahap kesembilan Operasi Sa’eqah, melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Pangkalan Al-Azraq, Yordania. Menurut pernyataan resminya, sejumlah drone penghancur dikerahkan untuk menghantam situs radar tetap, sistem komunikasi, dan depot bahan bakar militer Amerika Serikat di pangkalan tersebut.

Angkatan Bersenjata Iran menyatakan bahwa operasi itu merupakan respons atas serangan musuh terhadap sejumlah wilayah Iran, termasuk kompleks militer di Bampur, Iranshahr, yang diklaim mengakibatkan gugurnya tujuh bintara dan prajurit Angkatan Darat.

Dalam pernyataan tersebut, Pangkalan Al-Azraq disebut sebagai salah satu pusat strategis dan komando utama militer Amerika Serikat di kawasan Asia Barat. Selain menjadi lokasi penempatan sistem pertahanan rudal, pangkalan itu juga berfungsi sebagai pusat komando dan kendali berbagai operasi militer Amerika Serikat di kawasan.

Di akhir pernyataannya, Angkatan Bersenjata Iran mengecam serangan terhadap kompleks permukiman personel militer di Iranshahr sebagai tindakan yang mencerminkan sifat anti-kemanusiaan musuh. Mereka menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak akan dilupakan dan menyatakan komitmen untuk terus menjalankan tugas membela rakyat, menjaga keamanan negara, serta menuntut balas atas gugurnya para prajurit yang mereka sebut sebagai syuhada. []

Baca juga: Esmaeil Baqaei: Iran Tak Bisa Dipecah oleh Kata-Kata maupun Garis Geografi