Internasional
Yahya Rahim Safavi: Poros Perlawanan Akan Menyeret AS dan Israel ke Pusaran Konflik

Ahlulbait Indonesia, 16 Juli 2026 — Penasihat senior militer Pemimpin Tertinggi Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi, menyatakan bahwa Poros Perlawanan akan menyeret Amerika Serikat dan Israel ke dalam pusaran konflik. Ia juga menegaskan bahwa Iran bersama Poros Perlawanan akan mampu menghadapi setiap bentuk agresi dari kedua negara tersebut.
Menurut laporan Press TV pada Rabu (15/7/2026), dalam wawancara dengan stasiun televisi Lebanon Al Mayadeen, Rahim Safavi mengatakan bahwa Poros Perlawanan membentang dari Iran hingga Lebanon, serta mencakup kawasan Laut Mediterania, Selat Hormuz, Selat Bab el-Mandeb, dan Laut Merah.
Baca juga: IRGC Gempur Pangkalan Militer AS di Bahrain dan Kuwait dalam Gelombang Ketiga Operasi Nasr-2
Ia menegaskan bahwa Poros Perlawanan akan terus memainkan peran penting dalam membentuk dinamika politik dan keamanan kawasan tanpa kehadiran kekuatan asing.
Rahim Safavi juga menegaskan bahwa Iran bersama Poros Perlawanan pada akhirnya akan meraih kemenangan dalam menghadapi setiap bentuk agresi dari Amerika Serikat dan Israel.
Ia juga memuji kelompok perlawanan Hizbullah Lebanon sebagai penjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah negara tersebut. Menurutnya, rakyat Iran dan Lebanon dari berbagai latar belakang agama, baik Muslim maupun Kristen, akan bersama-sama mempertahankan tanah air mereka.
Iran berulang kali menegaskan dukungannya terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon di tengah berlanjutnya operasi militer Israel di negara itu.
Dalam pertemuan dengan Koordinator Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Lebanon, Jean Arnault, pada Minggu (13/7), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kembali menegaskan komitmen Teheran untuk mendukung Lebanon. Ia juga menyerukan agar PBB mengambil sikap yang lebih tegas terhadap pelanggaran berulang atas gencatan senjata yang menurut Iran dilakukan oleh Israel. []
Baca juga: PM Pakistan Nyatakan Dukungan Penuh kepada Arab Saudi di Tengah Eskalasi Yaman







