Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

The Telegraph: Ansarullah Bersiap Tutup Selat Bab al-Mandab

Published

on

Media Inggris The Telegraph mengutip sumber anonim yang mengklaim Ansarullah tengah mempersiapkan penutupan Selat Bab al-Mandab.
Media Inggris The Telegraph mengutip sumber anonim yang mengklaim Ansarullah tengah mempersiapkan penutupan Selat Bab al-Mandab.

Ahlulbait Indonesia, 16 Juli 2026 – Harian Inggris The Telegraph melaporkan, mengutip sumber-sumber anonim di Yaman, bahwa Ansarullah tengah mempersiapkan penutupan Selat Bab al-Mandab, salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Dalam artikel bertanggal 15 Juli 2026 berjudul “Iran’s war faces a dangerous new threat“, The Telegraph menilai langkah tersebut berpotensi memicu guncangan baru terhadap perdagangan global karena Bab al-Mandab merupakan pintu masuk utama menuju Terusan Suez.

Media itu menggambarkan Ansarullah sebagai kekuatan regional yang memiliki kapasitas untuk memperluas pengaruhnya hingga Tanduk Afrika. Berdasarkan keterangan sumber anonim, The Telegraph menduga adanya koordinasi antara Ansarullah dan kelompok Al-Shabaab di Somalia untuk menguasai kedua sisi Selat Bab al-Mandab apabila Iran memutuskan meningkatkan eskalasi di kawasan.

Baca juga: Iran Peringatkan: Serangan terhadap Infrastruktur Akan Dibalas dengan Penghancuran Infrastruktur di Kawasan

Laporan tersebut juga menuding Ansarullah mentransfer teknologi pesawat nirawak kepada Al-Shabaab sebagai bagian dari upaya memperluas pengaruh Iran di kawasan Laut Merah. Menurut The Telegraph, strategi itu dimaksudkan untuk menciptakan skenario yang serupa dengan posisi Iran di Selat Hormuz.

Dalam analisisnya, The Telegraph menekankan bahwa Selat Hormuz dan Bab al-Mandab merupakan dua titik sempit pelayaran (chokepoints) yang sangat menentukan kelancaran pasokan energi dan perdagangan dunia. Sekitar 10 hingga 12 persen perdagangan maritim global melewati Bab al-Mandab sebelum memasuki Terusan Suez.

Media tersebut juga mengaitkan skenario itu dengan meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Menurut laporannya, penutupan Bab al-Mandab akan memaksa kapal-kapal dagang mengalihkan pelayaran melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan, memperpanjang waktu tempuh hingga beberapa pekan sekaligus meningkatkan biaya logistik internasional.

The Telegraph menambahkan bahwa Ansarullah sebelumnya telah menunjukkan kemampuannya mengganggu lalu lintas pelayaran internasional melalui serangan terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah selama perang Gaza. Atas dasar itu, media tersebut menilai ancaman terhadap Bab al-Mandab bukan lagi sekadar skenario hipotetis, melainkan risiko strategis yang patut diperhitungkan.

Baca juga: Yahya Rahim Safavi: Poros Perlawanan Akan Menyeret AS dan Israel ke Pusaran Konflik

Di bagian akhir, The Telegraph kembali menyoroti hubungan Iran dan Ansarullah. Melalui laporan itu, media Inggris tersebut berupaya membangun argumentasi bahwa meskipun memiliki kedekatan strategis, kepentingan Ansarullah tidak selalu identik dengan kepentingan Teheran.

Hingga berita ini ditulis, tidak ada bukti maupun konfirmasi independen yang memverifikasi klaim mengenai rencana penutupan Selat Bab al-Mandab, dugaan koordinasi Ansarullah dengan Al-Shabaab, maupun tuduhan keterlibatan langsung Iran sebagaimana dimuat dalam laporan The Telegraph. []

Baca juga: Israel Hadapi Krisis Personel dan Tank, Pasukan Cadangan di Ambang Keruntuhan