Internasional
Iran Tak Akan Kembali Berunding dengan AS, Fokus pada Pertahanan

Ahlulbait Indonesia, 16 Juli 2026 — Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa Teheran belum memiliki rencana untuk kembali melakukan perundingan dengan Amerika Serikat selama Washington masih melanggar komitmennya dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani kedua negara pada Juni lalu.
Menurut laporan Press TV pada Rabu (15/7/2026), Baqaei mengatakan bahwa fokus utama Iran saat ini adalah menghadapi dan merespons serangan Amerika Serikat terhadap wilayahnya.
Baca juga: Donald Trump Perintahkan Gelombang Ketiga Serangan ke Iran
“Saat ini kami tidak memiliki rencana untuk melakukan perundingan dan fokus kami adalah pertahanan,” ujar Baqaei menanggapi pernyataan Amerika Serikat yang mengklaim serangan militernya akan memaksa Iran kembali ke meja perundingan.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak lagi menganggap dirinya terikat pada Nota Kesepahaman yang ditandatangani dengan Amerika Serikat pada 17 Juni 2026. Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah Washington berulang kali melanggar komitmennya dalam kesepakatan tersebut.
“Nota Kesepahaman merupakan seperangkat komitmen timbal balik. Apabila salah satu pihak melanggarnya, kami juga tidak berkewajiban memenuhi komitmen kami. Itu adalah prinsip yang akan kami pegang ke depan,” katanya.
Baqaei menegaskan bahwa Amerika Serikat telah bertindak dengan itikad buruk dan mengingkari komitmennya sejak pasal pertama Nota Kesepahaman tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Iran mendukung kebijakan pemerintah dalam menghadapi tekanan Amerika Serikat.
Baca juga: Panglima IRGC Peringatkan AS, Tuntutan atas Darah Pemimpin Syahid Tak Akan Pernah Padam
“Angkatan bersenjata kami akan merespons dengan seluruh kekuatan terhadap setiap agresor. Jika mereka menyerang, mereka akan menerima balasan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah berlanjutnya serangan Amerika Serikat terhadap wilayah pesisir Iran bagian selatan. Washington menyatakan operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran untuk mengancam pelayaran di Selat Hormuz.
Iran membantah tuduhan tersebut. Menurut Baqaei, pengelolaan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz telah didelegasikan kepada Iran sesuai Pasal 5 Nota Kesepahaman yang disepakati kedua negara. []
Baca juga: Media-media Arus Utama Amerika Soroti Pesan Ayatullah Mojtaba Khamenei







