Internasional
Analis Zionis: Keruntuhan Israel Hanya Tinggal Menunggu Waktu dan Dimulai dari Militer

Ahlulbait Indonesia, 15 Juli 2026 — Analis militer Israel, Avi Ashkenazi, menilai keruntuhan Israel kini hanya tinggal menunggu waktu. Dalam analisisnya, ia menyebut proses tersebut telah dimulai dari institusi militer yang selama ini menjadi fondasi utama negara.
Sebagaimana dilaporkan Tasnim News Agency pada Rabu (15/7/2026), Ashkenazi menggambarkan Israel sebagai sebuah bangunan yang tampak kokoh, tetapi sesungguhnya berada di ambang kehancuran dan siap berubah menjadi puing-puing. Menurutnya, persoalan yang dihadapi Israel jauh melampaui surat peringatan yang dikirim Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Eyal Zamir, kepada Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan mengenai beban berat yang dipikul militer. Akar persoalannya, tulis Ashkenazi, adalah krisis struktural yang telah lama menggerogoti negara.
Baca juga: IRGC Terbitkan Pernyataan kepada Rakyat Kuwait, Desak Kehadiran Militer AS Diakhiri
Ia menjelaskan bahwa sejak awal Israel dibangun di atas fondasi militer. David Ben-Gurion berhasil menyatukan para imigran Yahudi melalui satu angkatan bersenjata, sistem peradilan, kepolisian, dan lembaga keamanan. Namun, menurutnya, Ben-Gurion melakukan kesalahan mendasar dengan tidak membentuk konstitusi yang utuh dan memberikan pengecualian khusus kepada komunitas Haredi, termasuk pembebasan dari wajib militer.
Ashkenazi menilai militer selama puluhan tahun menjadi instrumen pembentuk identitas nasional sekaligus perekat masyarakat Israel. Dahulu, mereka yang tidak diterima mengikuti wajib militer merasa malu di tengah masyarakat. Kini, setelah perubahan politik dalam beberapa tahun terakhir, sekitar 18 persen penduduk Israel justru menuntut pembebasan dari kewajiban tersebut.
Ia menilai kebijakan pemerintah mengenai undang-undang wajib militer mempercepat disintegrasi angkatan bersenjata. Perdebatan tidak lagi berkisar pada kapan atau di mana seseorang harus bertugas, melainkan apakah wajib militer masih layak dijalani oleh warga Israel.
Menurut Ashkenazi, kebijakan kabinet telah merusak fondasi negara. “Runtuhnya Israel dan berubah menjadi puing-puing kini hanya tinggal persoalan waktu,” tulisnya.
Baca juga: Hubungan Saudi–UEA Memburuk, Dunia Bisnis Siapkan Skenario Terburuk
Ia juga memperingatkan bahwa dominasi institusi politik atas militer dalam beberapa tahun terakhir telah melemahkan kemampuan angkatan bersenjata menjalankan tugasnya. Ketika militer tidak lagi mampu melaksanakan fungsinya, kata Ashkenazi, masyarakat baru akan menyadari besarnya krisis yang terjadi. Namun saat itu, semuanya kemungkinan sudah terlambat karena struktur negara telah terlanjur runtuh.
Analisis Ashkenazi muncul hanya beberapa hari setelah Jenderal Israel Yitzhak Brik, mantan Komisioner Pengaduan Militer dan salah satu pengkritik utama kebijakan pemerintah serta militer Israel, memperingatkan ancaman keruntuhan negaranya dalam artikel di harian berbahasa Ibrani Maariv berjudul Hari Kiamat.
Dalam artikel tersebut, Brik mengibaratkan masyarakat Israel seperti para penumpang kapal Titanic yang tetap makan, minum, dan menari tanpa menyadari gunung es yang berada tepat di depan mereka. Ia menilai Israel kini berada di tepi jurang dan belum pernah sedekat ini dengan keruntuhan. “Tidak ada keajaiban yang akan menyelamatkan Israel,” tulis Brik, seraya memperingatkan agar para pemimpin tidak terus mengabaikan realitas yang dihadapi negara itu. []
Baca juga: Ayatullah Mojtaba Khamenei Ucapkan Terima Kasih kepada Rakyat Iran dan Irak







