Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Iran Gempur Lagi Pangkalan AS di Kuwait dengan Rudal dan Drone

Published

on

Operasi Sa'eqah menyasar fasilitas militer AS di Kuwait dengan drone Arash dan serangan rudal.
Drone bunuh diri Arash milik Angkatan Darat Republik Islam Iran yang digunakan dalam tahap ke-25 Operasi Sa'eqah. (Foto: Mehr News Agency)

Ahlulbait Indonesia, 24 Juli 2026 – Angkatan Darat Republik Islam Iran melancarkan gelombang baru serangan pesawat nirawak terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dalam tahap ke-25 Operasi Sa’eqah (Petir).

Menurut laporan Mehr News Agency pada Jumat (24/7/2026), operasi tersebut merupakan respons atas agresi musuh. Dalam serangan yang berlangsung beberapa jam sebelumnya, Iran mengerahkan drone bunuh diri Arash untuk menghantam gudang perlengkapan militer Amerika Serikat di Kamp Al-Adiri, tempat penempatan personel militer AS di Pangkalan Al-Doha, serta posisi pasukan Amerika di Kamp Arifjan, Kuwait.

Serangan terhadap fasilitas militer Amerika di Kuwait itu juga diikuti operasi rudal Iran. Seorang wartawan Amerika Serikat melaporkan bahwa satu rudal Iran menghantam lima bangunan yang digunakan sebagai tempat penempatan personel militer AS di Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait.

Baca juga: Kompleks Hunian Personel Militer AS di Kuwait Hancur

Menurut wartawan tersebut, setiap bangunan dihuni sekitar 40 personel militer AS. Akibat serangan itu, hampir 200 personel terpaksa meninggalkan tempat penempatan mereka pada tengah malam dan berlindung di bunker.

Meski pemerintah Amerika Serikat menyatakan serangan itu tidak menimbulkan korban tewas maupun luka, wartawan tersebut menilai pernyataan itu sulit diterima.

Ia juga mempertanyakan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Iran tidak lagi memiliki angkatan bersenjata dan kemampuan militernya telah dihancurkan sepenuhnya. Menurutnya, bukti-bukti di lapangan tidak mendukung pernyataan tersebut. Ia bahkan menilai Presiden Amerika Serikat kemungkinan tidak mengungkapkan kondisi sebenarnya mengenai jumlah korban di pihak militer AS.

Baca juga: IRGC ke Rakyat Kuwait: AS Langgar Kedaulatan Negara Anda, Bukan Iran

Sementara itu, Angkatan Darat Iran menegaskan rangkaian operasi drone dan rudal akan terus berlanjut dengan intensitas tinggi sebagai balasan atas tindakan permusuhan musuh. Militer Iran juga menyatakan ancaman yang disampaikan Presiden Amerika Serikat justru semakin memperkuat tekad rakyat dan angkatan bersenjata Iran dalam menghadapi para agresor.

Di akhir pernyataannya, Angkatan Darat Iran memperingatkan bahwa setiap petualangan militer maupun pembukaan front konflik baru hanya akan mengulang kesalahan strategis yang sama. Langkah tersebut, tegasnya, pada akhirnya hanya akan berujung pada kegagalan pihak lawan sekaligus semakin memperkokoh kehormatan dan kekuatan Republik Islam Iran. []

Baca juga: Gudang Amunisi dan Pusat Logistik Militer AS di Kuwait Hancur